
Berapa Jumlah Pabrik Sawit di Kaltim? Dinas Perkebunan Ungkap Angkanya
- Industri Kelapa Sawit Tulang Punggung Perekonomian
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM – Industri kelapa sawit masih menjadi salah satu tulang punggung sektor perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim). Saat ini, tercatat terdapat 106 pabrik kelapa sawit yang menopang aktivitas pengolahan dan pengembangan industri hilir komoditas tersebut.
Plt Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, drh. Arief Murdiyatno, mengatakan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam transformasi ekonomi daerah. Komoditas ini diproyeksikan menjadi salah satu sektor penting untuk mengurangi ketergantungan Kaltim terhadap ekonomi berbasis sumber daya ekstraktif.
“Sektor perkebunan menjadi salah satu penopang penting perekonomian Kalimantan Timur,” ujar Arief Murdiyanto dalam pernyataan resmi dikutip Senin (31/8/2026).
Menurut Arief, luas perkebunan kelapa sawit di Kaltim saat ini mencapai sekitar 1,5 juta hektare. Dari luasan tersebut, produksi kelapa sawit mencapai sekitar 21 juta ton.
BACA JUGA:
Kaltim Kejar Investasi dan Lapangan Kerja Baru - ibukotakini.com
Besarnya industri sawit juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sekitar 368 ribu tenaga kerja perkebunan menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor tersebut.
Keberadaan 106 pabrik kelapa sawit di Kaltim menjadi bagian penting dalam menopang rantai industri, mulai dari pengolahan hasil perkebunan hingga pengembangan sektor hilir.
Sawit Jadi Andalan Transformasi Ekonomi Kaltim
Arief mengatakan, pemerintah daerah melihat sektor perkebunan sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi Kaltim. Selain kelapa sawit, sejumlah komoditas lain juga terus dikembangkan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah.
“Kita punya tujuh komoditas utama yang kita ampu. Dari sisi perekonomian, komoditas ini bisa mensupport pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
BACA JUGA:
Harga TBS Sawit Kaltim Naik 0,95 Persen, Tertinggi Tembus Rp3.561 per Kg - ibukotakini.com
Komoditas perkebunan yang memiliki potensi besar tersebut antara lain kelapa sawit, karet, kakao, kelapa dalam, aren, kemiri, cengkeh, pala, hingga tebu.
Khusus kelapa sawit, pemerintah berharap pengembangan industri tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah. Kehadiran pabrik kelapa sawit dan penguatan industri hilir diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Disbun Kaltim Perkuat Pencegahan Karhutla
Di tengah besarnya aktivitas perkebunan, Disbun Kaltim juga terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan serta fasilitasi teknis pembukaan lahan tanpa menggunakan metode pembakaran. Pemerintah juga mendorong pelaku usaha pertanian dan perkebunan untuk terlibat aktif dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla.
BACA JUGA:
Produksi Gula Aren Genjah Kandolo Terkendala Tenaga Penyadap - ibukotakini.com
Arief menegaskan, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh pemangku kepentingan di sektor perkebunan.
Komitmen itu juga diperkuat melalui deklarasi bersama serta kemitraan dengan masyarakat.
“Upaya yang sudah dilakukan salah satunya melalui kemitraan bersama Kelompok Tani Peduli Api atau KTPA,” jelasnya.
Dengan luas perkebunan mencapai 1,5 juta hektare, produksi sekitar 21 juta ton, penyerapan 368 ribu tenaga kerja, serta dukungan 106 pabrik kelapa sawit, sektor sawit diproyeksikan tetap menjadi salah satu mesin penting pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur dalam beberapa tahun ke depan.***
