Posyandu Kamasean di Kutai Timur miliki bangunan sendiri.
Kutai Timur

Bertahun-tahun Numpang, Posyandu Kamasean Akhirnya Punya Bangunan Sendiri

  • KPC Gelontorkan Rp205 Juta
Kutai Timur
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Setelah lebih dari satu dekade memberikan pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan rumah warga, Posyandu Kamasean di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, akhirnya memiliki gedung sendiri.

Fasilitas baru tersebut dibangun berkat dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) senilai Rp205 juta.

Keberadaan gedung permanen ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, mengingat Posyandu Kamasean sejak berdiri pada 2014 harus berpindah-pindah dan menumpang di rumah warga di RT 25 untuk melayani ibu hamil, bayi, balita, hingga lansia.

Superintendent Community Health and Education PT KPC, Febriana Kurnia Sari, mengatakan pembangunan Posyandu Kamasean merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah ring satu operasional perusahaan.

BACA JUGA: 

Dari Lahan Bekas Tambang KPC, Empat Kelompok Tani Bidik Panen Jagung 30 Ton

Ekspor CPO dan Batu Bara Lewat Danantara, Ini Penjelasan Airlangga

Menurutnya, keberhasilan pembangunan gedung tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah desa, RT, RW, kecamatan, dan perusahaan.

"Posyandu ini tidak akan bisa selesai tanpa sinergi yang baik antara desa, RT, RW, kecamatan dan perusahaan," ujar Febriana, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia menjelaskan, sektor kesehatan menjadi salah satu dari tujuh program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT KPC. Sejak 2010, perusahaan telah membantu pembangunan sekitar 24 posyandu di sejumlah wilayah operasional.

"Khusus Posyandu Kamasean, total bantuan yang diberikan sekitar Rp205 juta. Ini menjadi bukti komitmen kami bahwa pembangunan posyandu masih sangat penting dan akan terus menjadi agenda setiap tahun," katanya.

BACA JUGA:

Bekas Tambang KPC Disulap Jadi Kebun Jagung

Kuota RKAB Dipangkas, 5 Raksasa Tambang di Kutai Timur Terancam PHK

Febriana menuturkan, peran posyandu semakin strategis setelah penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). 

Melalui konsep tersebut, layanan kesehatan tidak hanya berfokus pada ibu dan balita, tetapi juga mencakup seluruh tahapan kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, anak-anak, usia produktif hingga lanjut usia.

Di sisi lain, PT KPC juga aktif mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui program BERSATU (Bersama Atasi Stunting secara Terpadu) yang diluncurkan pada akhir 2025.

Program tersebut melibatkan 32 perusahaan dan memanfaatkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) serta Dinas Kesehatan guna menekan angka keluarga risiko stunting dan kasus stunting di Sangatta Utara.

BACA JUGA:

Keren! SMAN 1 Sangsel Punya Minimarket, Siswa Belajar Bisnis Langsung

Samindo Utama Kaltim Beli Selembar Saham Anak Usaha Transkon

Tak hanya itu, PT KPC bersama Kecamatan Sangatta Utara turut menggagas Rumah Rehabilitasi Gizi (RRG) untuk menangani anak dengan kondisi gizi kurang, gizi buruk hingga stunting.

"Anak-anak yang membutuhkan penanganan akan dimonitor secara intensif, diberikan makanan bergizi, edukasi kepada orang tua, serta pendampingan dokter spesialis anak, dokter gizi klinik dan psikolog. Ini bentuk nyata kolaborasi dalam menurunkan angka stunting," jelasnya.

Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, mengapresiasi dukungan PT KPC yang telah mewujudkan harapan masyarakat dan kader posyandu untuk memiliki gedung sendiri.

Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

BACA JUGA:

Pertamina Bangun Sumur Bor, 287 KK Baru Ilir Kini Nikmati Air Bersih

Balikpapan Ubah Wajah Posyandu, Tak Hanya Urus Kesehatan Anak

"Pembangunan gedung posyandu ini merupakan wujud kolaborasi pemerintah, swasta dan masyarakat. Kesehatan ibu, anak dan balita merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di desa," katanya.

Hamriani menjelaskan, pembangunan dimulai pada 4 Desember 2025 dan dikerjakan oleh panitia yang melibatkan ketua RT, kader posyandu, serta warga sekitar.

Gedung Posyandu Kamasean berdiri di atas lahan seluas 14 x 12 meter yang telah disiapkan sejak 2020, dengan luas bangunan 6 x 8 meter persegi.

Fasilitas tersebut akan menunjang pelayanan kesehatan yang cukup aktif. Setiap bulan, Posyandu Kamasean melayani rata-rata 104 kunjungan yang terdiri dari 48 balita, 39 warga usia produktif, 9 bayi, 4 lansia dan 4 ibu hamil.

"Alhamdulillah sekarang sudah memiliki gedung sendiri," ujar Hamriani.

Saat ini, Desa Singa Gembara memiliki delapan posyandu dan seluruhnya telah mempunyai gedung permanen. 

Pemerintah desa berharap dukungan berbagai pihak dapat terus berlanjut, termasuk untuk melengkapi sarana penunjang seperti ruang tunggu anak dan taman bermain.***