
BI Balikpapan Pacu UMKM Lokal Masuk Pasar Ekspor Global
- Tiga UMKM Binaan BI Balikpapan Lolos IKRA Indonesia 2026
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan memperkuat strategi pengembangan UMKM melalui program digitalisasi, penguatan ketahanan pangan, hingga fasilitasi ekspor sepanjang 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, UMKM menjadi salah satu fokus utama karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, baik dari sisi jumlah pelaku usaha maupun penyerapan tenaga kerja.
“Berbagai program kerja dan langkah strategis telah dan akan terus diupayakan untuk mendorong UMKM naik kelas, mendorong penguatan ketahanan pangan daerah, pengembangan pasar ekspor dan digital, serta penguatan kualitas produk dan kapasitas usaha,” ungkap Robi Ariadi pada Minggu, 24 Mei 2026.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/desa-wisata-ketapanrame-trawas-jadi-rujukan-studi-banding
Ia menyebut, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah melalui penguatan sektor pangan dan digitalisasi sistem pembayaran UMKM.
"Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah Workshop Onboarding UMKM melalui program DIGDAYA UMKM," ucapnya.
Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha masuk ke pasar digital yang berkembang pesat sekaligus memperluas promosi dan akses pasar.
Pendaftaran program DIGDAYA UMKM mulai dibuka pada 20 Mei 2026. Selanjutnya, pada Mei hingga Juni 2026 peserta akan mengikuti pendampingan dan sesi konsultasi one-on-one sesuai kebutuhan masing-masing UMKM.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pertanian-organik-dinilai-lebih-tahan-el-nino
Sementara pada Juli hingga Oktober 2026, peserta akan memasuki tahap monitoring melalui monthly meeting untuk memantau perkembangan implementasi materi dan peningkatan penjualan digital.
Dari 160 UMKM hasil rekomendasi Otorita IKN, pemerintah daerah, dan korporasi pembina UMKM, BI Balikpapan telah menetapkan 45 UMKM terpilih untuk mengikuti program onboarding tersebut.
BI Balikpapan Dorong UMKM Tembus Pasar Global
Selain digitalisasi, BI Balikpapan juga memperkuat kapasitas ekspor UMKM melalui Workshop Ekspor yang akan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026.
Program ini dijalankan melalui sinergi dengan berbagai mitra, termasuk . Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas UMKM agar memenuhi standar pasar internasional, memperluas jejaring bisnis, dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.
BACA JUGA:
Di sektor pembiayaan, BI Balikpapan bersama dan perbankan juga memberikan edukasi pengelolaan keuangan hingga business matching pembiayaan bagi UMKM potensial.
Melalui program Survei Database Profil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Potensial Dibiayai (BISAID), BI Balikpapan menjembatani pelaku UMKM dengan lembaga pembiayaan untuk memperkuat akses modal usaha.
Perkuat Ketahanan Pangan Lewat TANI CAMP
Dalam mendukung pengendalian inflasi pangan, BI Balikpapan juga menjalankan program pengembangan klaster ketahanan pangan melalui implementasi Good Agricultural Practice (GAP) yang menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).
Program tersebut diwujudkan melalui TANI CAMP, yakni workshop integrasi usaha tani mulai dari pengelolaan input, budidaya, hingga pascapanen.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pasar-modal-syariah-indonesia-melonjak-investor-tumbuh-425-kali-lipat
Kegiatan itu melibatkan transfer pengetahuan dari para ahli, berbagi praktik terbaik, serta pendampingan berkelanjutan bersama organisasi perangkat daerah terkait guna meningkatkan kapasitas petani dan kelembagaan klaster pangan.
Selain pendampingan, BI Balikpapan juga memfasilitasi sarana dan prasarana sesuai kebutuhan klaster untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi dan hasil panen.
PESAN 2026 dan Mahligai Nusantara Jadi Etalase UMKM
Pihaknya juga menyiapkan dua agenda besar showcasing UMKM pada 2026, yakni atau PESAN 2026 pada 27-28 Juni 2026 dan pada September 2026.
Dalam rangkaian PESAN 2026, BI Balikpapan akan menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas UMKM seperti Talkshow Halal Entrepreneurship, Talkshow Halal Go Global, Workshop Kemasan dan Merek Halal Food, Workshop Digital UMKM, hingga Talkshow Strategi Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren.
Tiga UMKM Binaan BI Balikpapan Lolos IKRA Indonesia 2026
BI Balikpapan juga terus mendorong UMKM unggulan masuk ke ekosistem Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA).
Pada seleksi IKRA Indonesia 2026, tiga UMKM binaan BI Balikpapan berhasil lolos pada tingkat nasional, yakni pada sektor modest fashion, pada sektor modest fashion, serta pada sektor halal food.
“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa UMKM daerah mampu bersaing pada level nasional,” kata Robi Ariadi.
Tiga Barista Kaltim Lolos Regional Kalimantan
Di sektor industri kopi, BI Balikpapan juga mendukung peningkatan kualitas SDM melalui Kompetisi Cangkir Barista “Championship Pejuang Kopi Nusantara” yang diselenggarakan bekerja sama dengan atau SCAI.
Dari 419 peserta yang lolos seleksi tahap awal secara nasional, tiga peserta asal wilayah kerja BI Balikpapan berhasil melaju ke tahap regional Kalimantan.
Sebelumnya, BI Balikpapan juga telah menggelar workshop dan pembekalan bagi para barista di Balikpapan, PPU, dan Paser sebagai upaya memperkuat kualitas SDM dan ekosistem industri kopi daerah. ***
