
Bidik Investasi Rp3 Triliun untuk Pabrik Minyak Goreng dan Biodiesel
- Akhiri Ketergantungan Ekspor Komoditas Primer
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengebut agenda hilirisasi kelapa sawit dengan membidik investasi senilai Rp3 triliun untuk pembangunan pabrik minyak goreng dan biodiesel.
Langkah ini dinilai menjadi strategi untuk menggeser struktur ekonomi daerah dari penjualan bahan mentah menuju produk bernilai tambah tinggi.
Dengan dukungan luas perkebunan sawit yang mencapai sekitar 500 ribu hektare, Kutim memiliki modal kuat untuk menarik investor ke sektor industri turunan sawit.
Pemerintah daerah pun mulai aktif menawarkan potensi tersebut kepada pelaku usaha nasional maupun internasional.
BACA JUGA:
Kutim Tawarkan Investasi Pabrik Hilirisasi Sawit di KEK MBTK - ibukotakini.com
Segera Berlaku, Begini Tahapan Penerapan B50 di Indonesia - ibukotakini.com
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Novian Prananta, mengatakan ketersediaan bahan baku menjadi keunggulan utama yang dimiliki daerah tersebut dibanding wilayah lain.
“Bahan baku sudah sangat siap. Kami punya 38 pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang beroperasi. Tugas kami sekarang adalah menjemput bola dan meyakinkan investor bahwa Kutai Timur adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi,” ujar Novian dilansir situs resmi pemerintah Kutim.
Menurut dia, keberadaan puluhan pabrik CPO tersebut menjamin kesinambungan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan lanjutan, mulai dari minyak goreng hingga biodiesel.
Pemerintah daerah menempatkan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan atau KEK MBTK sebagai pusat pengembangan hilirisasi sawit di Kutim.
BACA JUGA:
Ada Pohon Jambu Air Berbuah 47 Varietas - ibukotakini.com
Harga Kakao Fermentasi Lebih Mahal Rp20.000 per Kg, Petani Mulai Beralih - ibukotakini.com
Berlokasi di Kecamatan Kaliorang, kawasan tersebut memiliki keunggulan strategis karena berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia serta didukung pelabuhan internasional yang mampu memangkas biaya distribusi dan logistik industri.
Keunggulan geografis tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan pemerintah daerah kepada investor yang ingin mengembangkan industri pengolahan sawit di Kalimantan Timur.
Selain lokasi strategis, Pemkab Kutim juga menyiapkan kepastian regulasi untuk memberikan rasa aman bagi para pemodal.
Salah satu instrumen penting yang telah disahkan adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK), yang menjadi acuan pengembangan industri pengolahan sawit secara terarah dan berkelanjutan.
BACA JUGA:
Petani Pedalaman Kutim Kekurangan Pupuk, Wabup Minta Perusahaan Turun Tangan - ibukotakini.com
Salim Ivomas Merespons Isu Dikaitkan Pemeriksaan Bankir Maybank oleh Kejagung - ibukotakini.com
Novian menilai tantangan utama pengembangan hilirisasi saat ini bukan lagi pada ketersediaan komoditas, melainkan pada kemampuan daerah menciptakan iklim investasi yang kompetitif.
“Regulasi sudah kami siapkan, pihak-pihak terkait juga dilibatkan. Kami ingin hilirisasi ini tidak sekadar membangun pabrik, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja yang luas,” katanya.
Jika investasi Rp3 triliun tersebut terealisasi, Kutai Timur diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri pengolahan sawit terbesar di Kalimantan Timur.
Kehadiran pabrik minyak goreng dan biodiesel di kawasan MBTK juga akan memperkuat posisi daerah sebagai pemain penting dalam rantai pasok industri sawit nasional.
BACA JUGA:
Ketua Umum PAEI Sebut DSI Perkuat Transparansi Ekspor dan Kepercayaan Investor - ibukotakini.com
Samindo Utama Kaltim Beli Selembar Saham Anak Usaha Transkon - ibukotakini.com
Transformasi dari penjualan CPO mentah menuju produk hilir dinilai mampu meningkatkan pendapatan daerah, memperluas serapan tenaga kerja, serta mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap ekspor komoditas primer.***
