Biosolar Balikpapan Ditambah, Antrean Truk Mulai Terurai
Balikpapan

Biosolar Balikpapan Ditambah, Antrean Truk Mulai Terurai

  • Pertamina tambah pasokan Biosolar subsidi di Balikpapan hingga 160 persen
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar di Kota Balikpapan terus berjalan optimal di tengah tingginya kebutuhan sektor transportasi dan logistik.

Langkah ini menjadi tindak lanjut atas aspirasi aliansi sopir truk dan mahasiswa terkait antrean solar subsidi yang sebelumnya disampaikan dalam aksi pada Senin (4/5/2026).

Sebagai respons, audiensi digelar bersama DPRD Kota Balikpapan, perwakilan mahasiswa, sopir truk, dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada Rabu (6/5/2026). 

Pertemuan tersebut membahas kondisi distribusi Biosolar di Balikpapan sekaligus mencari solusi agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan efektif.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengatakan BPH Migas akan melakukan evaluasi terhadap kuota penyaluran Biosolar di dua SPBU utama yang melayani distribusi selama 24 jam.

BACA JUGA:

Ratusan Truk Kepung DPRD, Sopir dan Mahasiswa Bawa 8 Tuntutan Soal Solar - ibukotakini.com

Kedua SPBU tersebut yakni SPBU 6476119 KM 13 dan SPBU 6476110 KM 15 yang selama ini menjadi titik utama penyaluran Biosolar subsidi bagi kendaraan angkutan barang.

“Pertamina pada prinsipnya mendukung langkah-langkah evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Kota Balikpapan dapat semakin optimal, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran,” terang Edi pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Tak hanya evaluasi kuota, BPH Migas juga disebut tengah mengkaji usulan penambahan SPBU penyalur Biosolar subsidi yang diajukan Pemerintah Kota Balikpapan dan kini masih dalam tahap administrasi.

Untuk mengurangi antrean dan menjaga distribusi tetap lancar, Pertamina sejak Senin (4/5/2026) telah menambah pasokan Biosolar di atas kuota harian yang ditetapkan pemerintah.

Di SPBU KM 13, distribusi Biosolar ditingkatkan menjadi 64 kiloliter (KL) per hari atau mencapai 160 persen dari kuota normal harian. Sedangkan di SPBU KM 15, penyaluran naik menjadi 40 KL per hari atau setara 162,5 persen dari kuota harian.

BACA JUGA:

Antre Solar di Balikpapan, Wali Kota Bentuk Tim Awasi Penyaluran - ibukotakini.com

Meski demikian, Pertamina menegaskan peningkatan distribusi dilakukan secara terukur agar kuota subsidi pemerintah tetap mencukupi hingga akhir tahun.

“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran di lapangan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal,” tambah Edi.

Pertamina juga mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sopir truk, mahasiswa hingga masyarakat ikut mengawasi distribusi Biosolar subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Selain itu, penerapan sistem QR Code Subsidi Tepat terus diperkuat guna memastikan BBM subsidi hanya digunakan oleh masyarakat yang berhak menerima. ***