
Bisnis Media Digital Masuk Era AI, Kementerian Ekraf Gandeng AMSI
- Bahas Model Bisnis Media Masa Depan
Tren
IBUKOTAKINI.COM - Perubahan bisnis media digital di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) menjadi perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
Kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi untuk menghadapi perubahan lanskap media digital sekaligus mencari model bisnis baru yang dapat menopang keberlanjutan industri media siber.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus AMSI dengan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya di Autograph Tower, Jakarta, Senin (21/9).
Kementerian Ekraf melihat media memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Media siber tidak hanya berfungsi sebagai kanal pemberitaan, tetapi juga berperan dalam promosi, distribusi, hingga perluasan pasar bagi karya dan talenta kreatif.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/ai-mulai-ubah-bisnis-media-digital-kppu-dan-amsi-bahas-dampaknya
“Kolaborasi dengan AMSI itu penting karena timbal baliknya bisa saling mendukung antara subsektor ekraf dengan media begitu juga sebaliknya. Tentu anggota AMSI sudah banyak yang usahanya berdaya dan mandiri sehingga yang kita perlukan adalah akselerasi,” kata Teuku Riefky pada Rabu, 23 September 2026.
Menurut dia, Kementerian Ekraf bersama AMSI dapat melakukan kurasi sekaligus memperkuat komersialisasi intellectual property (IP), memperluas akses pasar, hingga membantu promosi jejaring dari tingkat nasional menuju pasar global.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi heksa heliks dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.
"Media dinilai memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan nilai tambah publikasi karya dan talenta kreatif," tandasnya.
Bahas Model Bisnis Media Masa Depan
Dalam audiensi tersebut, AMSI juga mengundang Menteri Ekraf untuk menjadi keynote speech dalam Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026.
Konferensi tersebut direncanakan berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel Surabaya.
Sejumlah isu yang akan dibahas dalam IDMC 2026 antara lain model bisnis media, hak cipta konten jurnalistik, adaptasi media terhadap AI dan kreator, serta hubungan media dengan industri kreatif.
Teuku Riefky menyambut positif rencana pelaksanaan IDMC 2026. Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang untuk membahas tren, insight, dan riset mengenai model bisnis media masa depan serta persoalan hak cipta.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/lawan-konten-ilegal-amsi-gandeng-industri-kreatif-nasional
“Ekonomi kreatif itu bisa terwujud dengan saling kolaborasi sehingga semakin besar penggabungan kolaborasinya, maka akan lebih berdampak,” ujarnya.
Dia juga membuka peluang menghadirkan pembicara dari perusahaan AI untuk membahas peluang kolaborasi dengan media maupun kreator digital.
Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mengatakan pihaknya menyambut positif dukungan Menteri Ekraf terhadap agenda IDMC 2026.
Forum tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tren industri digital dan peluang ekonomi kreatif bagi perkembangan industri media.
“Kami berharap bisa mendapat arahan dari beliau tentang tren industri digital ke depan dan bagaimana ekonomi kreatif bisa menjadi peluang bagi perkembangan industri media, terutama dengan teknologi AI dan pergeseran perilaku konsumen berita yang mengarah ke sosial media,” ucap Wahyu.
AMSI merupakan organisasi nirlaba yang dideklarasikan pada 18 April 2017. Organisasi tersebut menghimpun perusahaan atau penerbit media siber yang memenuhi standar Dewan Pers.
Saat ini AMSI memiliki sekitar 520 anggota media online dari berbagai daerah di Indonesia.***
