BMH Kaltim salurkan bantuan produktif untuk petani dan peternak di Gunung Binjai Balikpapan.
Komunitas Kita

BMH Kaltim Salurkan Alat Produktif untuk 15 Warga Kampung Zakat Balikpapan

  • Menyasar Petani dan Peternak di Gunung Binjai
Komunitas Kita
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM – BMH Kaltim menyalurkan bantuan alat kerja produktif kepada 15 warga dhuafa di kawasan Kampung Zakat Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Bantuan yang disalurkan pada 24 September 2026 di Masjid Al Hijrah, Jalan Gunung Binjai RT 15, tersebut menyasar warga yang bekerja sebagai petani dan peternak.

Bantuan terdiri atas 3 unit kompor kayu portable, 10 unit alat penyadap karet, dan 3 unit alat pencacah rumput portable.

Program tersebut dirancang sebagai upaya meningkatkan produktivitas penerima manfaat secara berkelanjutan.

BACA JUGA:

Santri Tahfiz Bahrul Ilmi Berbagi Kelas, BMH Bantu Bangun Ruang Belajar - ibukotakini.com

Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan Masyarakat (Prodaya) BMH Kaltim, Achmad Rifai menyebut bantuan alat produktif merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat.

“Pendekatan tersebut diarahkan agar mustahik memiliki aset penunjang usaha yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan keluarga,” katanya.

Achmad Rifai mengatakan penyaluran alat kerja tersebut merupakan implementasi zakat produktif BMH Kaltim dalam mendukung program Kampung Zakat.

Menurut dia, bantuan produktif dipilih agar manfaat dana zakat tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan konsumsi.

BACA JUGA:

BMH Kirim 5 Ribu Liter Air Bersih Bantu Warga Gunung Bahagia - ibukotakini.com

“Melainkan memberikan modal alat atau ‘kail’ kerja. Tujuannya agar para mustahik di kawasan Gunung Binjai memiliki kemandirian ekonomi jangka panjang dan secara bertahap bertransformasi menjadi muzakki baru,” kata Achmad.

Salah satu penerima manfaat, Partoyo, mengatakan alat pencacah rumput sangat membantu aktivitasnya sebagai peternak kecil.

Sebelumnya, proses mencacah rumput untuk pakan ternak dilakukan secara manual menggunakan parang.

“Dulu kami harus mencacah rumput secara manual dengan parang, tangannya sering luka dan hasilnya tidak maksimal,” kata Partoyo.

BACA JUGA:

Kabut Asap Kepung Mahakam Ulu, BMH Kaltim Kirim Bantuan - ibukotakini.com

Menurut dia, penggunaan alat pencacah membuat proses pengolahan pakan menjadi lebih cepat dan efisien.

Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus menekan biaya operasional keluarga.

“Harapan kami dengan alat ini pakan ternak bisa diolah dengan cepat dan halus, ternak kami jadi lebih lahap makan dan cepat gemuk,” ujarnya.

Menyasar Petani dan Peternak di Gunung Binjai

Kawasan Gunung Binjai dipilih karena sebagian masyarakat setempat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan peternakan.

BACA JUGA:

Kebutuhan Beras Santri di Samarinda Capai 7 Ton per Bulan - ibukotakini.com

Para penerima manfaat mayoritas merupakan kepala keluarga usia produktif hingga lansia yang masuk kategori keluarga prasejahtera.

Mereka antara lain menggarap lahan secara tradisional dengan menanam cabai, tomat dan berbagai sayuran, serta memelihara kambing maupun unggas secara mandiri.

Karena itu, bantuan diarahkan pada peralatan yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi penerima.

Program ini juga dilaksanakan dalam kawasan Kampung Zakat yang melibatkan Kementerian Agama Balikpapan dan LAZNAS BMH.

BACA JUGA:

Sulit Air Bersih, 437 Warga Kariangau Balikpapan Kini Nikmati Sumur Bor BMH - ibukotakini.com

Melalui bantuan tersebut, BMH Kaltim menargetkan penerima manfaat tidak hanya memperoleh dukungan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi memiliki kemampuan meningkatkan pendapatan secara mandiri.

“Terima kasih yang mendalam atas kepercayaan para donatur dan muzakki yang telah mengamanahkan zakatnya melalui BMH,” ujar Achmad.

Program zakat produktif di Gunung Binjai sekaligus menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat di wilayah pinggiran Kota Balikpapan, dengan sektor pertanian dan peternakan sebagai sumber penghidupan utama warga.***