
BMH Kirim 5 Ribu Liter Air Bersih Bantu Warga Gunung Bahagia
- Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Krisis air bersih masih dirasakan warga di sejumlah kawasan permukiman Balikpapan di tengah musim kemarau panjang. Kondisi tersebut salah satunya dialami sekitar 400 warga atau 130 kepala keluarga (KK) di RT 62, Jalan Manunggal 53, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Timur menyalurkan 5.000 liter air bersih ke kawasan tersebut, Rabu (16/9/2026).
Penyaluran dilakukan menggunakan armada truk tangki yang membawa air bersih langsung ke permukiman warga.
Ketua RT 62, Alaudin, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga yang tengah kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA:
Kasus ISPA di Kutim Tembus 1.015, Ini yang Dilakukan Pemerintah - ibukotakini.com
"Alhamdulillah, mudah-mudahan air bersih ini bernilai manfaat untuk kami. Kami mendoakan bantuan ini menjadi pahala. Kami menikmati dan memanfaatkan air ini dengan sebaik-baiknya," kata Alaudin.
Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih
Berdasarkan laporan program BMH Kaltim, penyaluran air dilakukan sebagai respons terhadap kesulitan warga mendapatkan air bersih akibat musim kemarau dan menurunnya pasokan air baku.
Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya kapasitas tampung sumber air utama yang berdampak terhadap distribusi air perpipaan ke sejumlah permukiman.
Kawasan pinggiran atau sub-urban juga disebut menjadi salah satu wilayah yang rentan terdampak ketika terjadi gangguan distribusi air bersih.
BACA JUGA:
Kabut Asap Kepung Mahakam Ulu, BMH Kaltim Kirim Bantuan - ibukotakini.com
Di RT 62, mayoritas warga bekerja sebagai buruh harian. Kondisi itu membuat krisis air menjadi persoalan ekonomi sekaligus kebutuhan dasar.
Warga yang tidak memiliki akses air memadai harus membeli air tangki secara komersial. Bagi keluarga berpenghasilan terbatas, pengeluaran tersebut menambah beban kebutuhan sehari-hari.
Achmad Rifai, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Kaltim, mengatakan penyaluran air bersih tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga, tetapi juga menjaga sanitasi rumah tangga.
"Program berbagi air bersih ini bukan sekadar bantuan logistik biasa, melainkan sebuah ikhtiar kesehatan untuk warga saat ini. Di saat kemarau melanda dan pasokan air baku kritis, wilayah pinggiran dan sub-urban selalu menjadi yang paling terdampak," ujar Achmad.
BACA JUGA:
Kebutuhan Beras Santri di Samarinda Capai 7 Ton per Bulan - ibukotakini.com
Menurut dia, keterbatasan air dapat memaksa masyarakat menggunakan sumber air yang kualitasnya tidak terjamin untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Karena itu, distribusi air bersih diarahkan langsung ke kawasan yang mengalami kesulitan pasokan.
5.000 Liter Air untuk Kebutuhan Warga
Dalam penyaluran tersebut, BMH Kaltim mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada warga RT 62.
Air tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan dasar, mulai dari memasak, minum, mandi hingga mencuci.
BACA JUGA:
Sulit Air Bersih, 437 Warga Kariangau Balikpapan Kini Nikmati Sumur Bor BMH - ibukotakini.com
Ketersediaan air bersih juga dinilai penting untuk menjaga sanitasi dan mencegah risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat penggunaan air yang tidak higienis.
Penyaluran dilakukan setelah koordinasi dengan Ketua RT 62 untuk memastikan bantuan dapat diterima warga yang membutuhkan.
Achmad mengatakan BMH Kaltim berupaya menjangkau kantong-kantong permukiman yang terdampak kekeringan dengan mengerahkan armada tangki secara langsung.
"Melalui armada truk tangki yang dikerahkan langsung ke kantong-kantong kekeringan, kita ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang kesulitan memasak dan menjaga sanitasi keluarga," katanya.***
