
BMH Salurkan Bantuan Berobat untuk 21 Warga Dhuafa
- Juga Menghadirkan Layanan Kesehatan dan Ambulans Gratis
Komunitas Kita
IBUKOTAKINI.COM – Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus memperkuat kepedulian sosial melalui program Bantuan Berobat Warga Dhuafa.
Sepanjang Juni 2026, BMH menyalurkan bantuan kesehatan kepada 21 warga dhuafa yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Paser dengan total dana mencapai Rp3.850.000.
Program ini menjadi bagian dari pilar sosial BMH yang bertujuan membantu masyarakat prasejahtera memperoleh akses layanan kesehatan sekaligus meringankan beban biaya pengobatan bagi para mustahik.
Selain bantuan dana, BMH juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari ambulans gratis, penyuluhan pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan hingga pendampingan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan.
BACA JUGA:
30 Tunanetra Belajar Al-Qur'an Secara Rutin - ibukotakini.com
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah para penerima manfaat. Nilai bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp500 ribu untuk setiap penerima sesuai kebutuhan masing-masing.
Program tersebut menjangkau warga di lima wilayah, yakni Desa Kuaro (Kecamatan Kuaro), Desa Tepian Batang (Kecamatan Tanah Grogot), Desa Suliliran (Kecamatan Paser Belengkong), Desa Rangan (Kecamatan Kuaro), dan Desa Muser (Kecamatan Muara Samu).
Mayoritas penerima manfaat merupakan kelompok rentan, seperti lansia, janda lanjut usia, dan warga dhuafa yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari. Tercatat sebanyak 21 mustahik menerima manfaat dari program tersebut.
BMH menyebut bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk membantu biaya kesehatan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap kebutuhan hidup para penerima serta menghadirkan rasa kepedulian di tengah masyarakat.
BACA JUGA:
BMH Fasilitasi Khitan bagi 150 Anak Yatim Dhuafa - ibukotakini.com
Salah seorang penerima manfaat, Salbiah (77), warga dhuafa di Desa Tepian Batang, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya yang kini hidup seorang diri.
"Bantuan ini menjadi sumber penghasilan saya. Uang ini yang saya belanja makanan setiap bulan. Terima kasih ya bantuannya, Nak," ujarnya penuh haru.
BMH berharap program bantuan kesehatan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui dukungan berbagai pihak.
Menurut lembaga tersebut, kolaborasi dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang lebih luas bagi masyarakat dhuafa agar memperoleh layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.***
