
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Kaltim hingga 20 Maret
- Di Balikpapan, hujan lebat diprakirakan terjadi di Kecamatan Balikpapan Utara pada 19 Maret
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur.
Sejumlah daerah diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada 18 hingga 20 Maret 2026.
Dalam rilis resmi Stasiun Meteorologi Kelas I Sepinggan Balikpapan, kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi secara bertahap di berbagai kabupaten dan kota.
Pada 18 Maret 2026, potensi hujan lebat terpantau di wilayah Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Sementara itu, pada 19 Maret, cakupan wilayah meluas meliputi Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Paser, serta Penajam Paser Utara.
Khusus di Balikpapan, hujan lebat diprakirakan terjadi di Kecamatan Balikpapan Utara pada 19 Maret. Sedangkan pada 20 Maret, hampir seluruh wilayah kota, mulai dari Balikpapan Barat, Selatan, Tengah, Timur hingga Utara, berpotensi terdampak.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/cuaca-kaltim-1618-maret-bmkg-ingatkan-hujan-lebat
Di Samarinda, potensi cuaca ekstrem pada 19 Maret mencakup sejumlah kecamatan padat seperti Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, Sungai Kunjang, hingga Palaran. Sementara pada 20 Maret, wilayah Palaran masih berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi.
BMKG juga mencatat wilayah lain seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, hingga Penajam Paser Utara berpotensi mengalami kondisi serupa, dengan sebaran hujan lebat yang dapat terjadi secara tidak merata.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dan mengutamakan keselamatan,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Peringatan dini ini menjadi penting, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. ***
