
BMKG Peringatkan Risiko Karhutla Tinggi di Kaltim
- Pada awal periode, 19–20 Januari 2026, sejumlah wilayah pesisir dan bagian selatan Kaltim mulai memasuki fase rawan
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur dalam sepekan ke depan. Berdasarkan peta informasi kemudahan karhutla periode 19–24 Januari 2026, sebagian besar wilayah Kaltim berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Peta yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan menunjukkan dominasi warna merah dan kuning di hampir seluruh wilayah daratan Kaltim. Kondisi tersebut menandakan bahan bakar permukaan dalam keadaan kering sehingga api berpotensi cepat menyebar apabila terjadi pembakaran terbuka.
Pada awal periode, 19–20 Januari 2026, sejumlah wilayah pesisir dan bagian selatan Kaltim mulai memasuki fase rawan. Risiko tersebut meningkat pada 21–23 Januari 2026, ketika hampir seluruh wilayah provinsi terpantau berada dalam kategori sangat mudah terbakar.
Meski pada 24 Januari sebagian wilayah menunjukkan penurunan tingkat kerawanan, potensi karhutla masih tergolong tinggi di sejumlah kawasan.
BACA JUGA:
Pemekaran Kecamatan Balikpapan Utara Terus Dikaji - ibukotakini.com
BMKG menilai kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya curah hujan serta kelembapan tanah yang rendah. Situasi tersebut memerlukan kewaspadaan bersama, terutama di daerah yang memiliki riwayat kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat untuk meningkatkan langkah pencegahan. Pembakaran lahan untuk membuka kebun atau ladang diminta untuk dihindari, sementara pemantauan titik panas perlu dilakukan secara intensif.
Peringatan dini ini diharapkan menjadi dasar kesiapsiagaan agar potensi karhutla dapat ditekan sejak awal, mengingat dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur. ***
