
BMKG Petakan Potensi Tsunami Pesisir Timur Kalimantan
- Meningkatkan Mitigasi Bencana
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Balikpapan terus memperkuat upaya mitigasi kebencanaan dengan memetakan karakteristik potensi tsunami di sepanjang pesisir Pantai Timur Kalimantan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari edukasi publik dan kesiapsiagaan jangka panjang bagi wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Timur (Kaltim), hingga Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa pemetaan ini penting untuk mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini menganggap Pulau Kalimantan sepenuhnya bebas dari potensi tsunami.
Menurutnya, pemahaman yang akurat mengenai karakteristik alam akan membuat masyarakat dan pemerintah daerah lebih siap dalam melakukan mitigasi.
BACA JUGA:
BMKG: Aktivitas Gempa Kalimantan Naik Tiga Kali Lipat Sejak 2021 - ibukotakini.com
"Karakteristik potensi di wilayah utara dan tengah Pantai Timur Kalimantan itu berbeda, dan ini yang kita pelajari untuk menyiapkan langkah antisipasi yang tepat," ujar Rasmid di Balikpapan, Selasa 30 Juni 2026.
Untuk wilayah utara seperti Kaltara dan Kaltim bagian utara, potensi energi bersumber dari zona subduksi di kawasan sekitar, seperti Subduksi Utara Sulawesi, Subduksi Ganda Maluku, hingga Subduksi Filipina.
Sementara untuk wilayah tengah seperti Samarinda, Bontang, dan Balikpapan, potensi tsunami tidak datang langsung dari gempa subduksi purba, melainkan dari potensi longsoran bawah laut (underwater landslide) di Selat Makassar.
Kondisi ini dapat dipicu jika terjadi guncangan dari sesar aktif di bagian barat Sulawesi, seperti yang terjadi pada peristiwa Gempa Palu 2018 silam dan Gempa Mamuju.
BACA JUGA:
Gempa M7,7 Filipina Sempat Bikin Pesisir Kalimantan Status Waspada Tsunami - ibukotakini.com
"Jika terjadi guncangan di barat Sulawesi, material di dasar laut Selat Makassar yang curam bisa meluncur. Hal itu memengaruhi stabilitas air laut dan membentuk gelombang yang menjalar, termasuk ke arah Balikpapan," urai Rasmid.
Meskipun pemodelan menunjukkan tinggi gelombang dari longsoran bawah laut tersebut relatif kecil saat berada di laut lepasyakni di bawah satu meter BMKG memberikan catatan khusus pada pemetaan kawasan teluk yang sempit dan dangkal seperti Teluk Balikpapan.
"Secara teori, karakteristik teluk dapat memicu efek amplifikasi atau akumulasi gelombang saat mencapai daratan," jelas Rasmid.
Oleh karena itu, Rasmid menekankan bahwa fokus utama saat ini bukan pada kepanikan, melainkan pada pembenahan sarana dan prasarana sistem peringatan dini yang lebih terintegrasi.
BACA JUGA:
BMKG: Tidak Ada Potensi Cuaca Ekstrem di Kaltim hingga 1 Juli 2026 - ibukotakini.com
Saat ini, penyebaran informasi kebencanaan dari BMKG masih menggunakan sistem perantara (intermediary), yaitu diteruskan terlebih dahulu ke pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebelum sampai ke masyarakat.
"Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk membangun sistem informasi yang bisa langsung diterima secara real-time oleh masyarakat di pinggir pantai. Kuncinya adalah kesiapsiagaan struktur dan respons cepat," tambahnya.
Selain pemetaan pesisir, komitmen mitigasi bencana di Kalimantan juga telah diimplementasikan secara nyata pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rasmid menyinggung perencanaan infrastruktur IKN telah memperhitungkan variabel kekuatan geologi di wilayah sekitarnya.
BACA JUGA:
Hujan Lebat Berpotensi Hari Ini di Sejumlah Wilayah Kaltim - ibukotakini.com
Melalui kajian mikrozonasi bersama Bappenas, struktur bangunan di IKN dirancang untuk tahan terhadap guncangan gempa maksimum yang mungkin dipicu oleh sesar terdekat, seperti Sesar Meratus dan Sesar Adang.
"Konstruksi di IKN dibangun dengan standar keamanan tinggi. Jika sesar terdekat memiliki potensi magnitudo maksimum 7,0, struktur bangunan di sana sudah disiapkan untuk mengantisipasi guncangan hingga magnitudo 7,5. Jadi, semua sudah diperhitungkan dengan matang demi keamanan jangka panjang," pungkas Rasmid.***
