
BMKG: Potensi Karhutla Kaltim Memuncak 2–3 Mei 2026
- BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi terbaru terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Timur untuk periode 30 April hingga 5 Mei 2026.
Berdasarkan peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, potensi kemudahan terjadinya kebakaran menunjukkan tren meningkat signifikan pada awal Mei, khususnya pada 2 hingga 3 Mei 2026.
Pada 30 April 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur masih didominasi kategori rendah (warna biru), yang menunjukkan kondisi relatif aman dari potensi kebakaran.
Namun, memasuki 1 Mei 2026, mulai muncul peningkatan pada beberapa wilayah dengan kategori sedang (warna hijau hingga kuning).
Puncak kewaspadaan terjadi pada 2 dan 3 Mei 2026. Dalam peta tersebut terlihat jelas wilayah dengan kategori tinggi hingga ekstrem (warna merah) mulai meluas, terutama di bagian utara dan tengah Kalimantan Timur.
BACA JUGA:
Cuaca Kaltim 22–24 April 2026 Aman, BMKG Tetap Imbau Waspada - ibukotakini.com
Kondisi ini menandakan bahan bakar alami seperti daun kering dan ranting menjadi sangat mudah terbakar.
Situasi ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah yang terindikasi merah.
Memasuki 4 Mei 2026, potensi kebakaran mulai menurun, ditandai dengan berkurangnya area kategori tinggi.
Pada 5 Mei 2026, hampir seluruh wilayah kembali didominasi kategori rendah hingga sedang, menunjukkan kondisi yang lebih aman dibandingkan hari-hari sebelumnya.
BACA JUGA:
Kapolda Kaltim Ingatkan Bahaya Hoaks dan Polarisasi di Sosial Media - ibukotakini.com
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dapat memicu api, terutama di periode dengan tingkat kemudahan terbakar tinggi.
Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, termasuk patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat.
Dengan dinamika kondisi cuaca yang cepat berubah, pemantauan informasi resmi dari BMKG menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas di Kalimantan Timur. ***
