
BMKG: Potensi Karhutla Kaltim Menurun Awal April
- BMKG juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan jika menemukan titik api di lingkungan sekitar
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi terbaru terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur untuk periode 29 Maret hingga 3 April 2026.
Berdasarkan analisis Fine Fuel Moisture Code (FFMC), potensi kemudahan terjadinya karhutla di wilayah Kaltim menunjukkan tren menurun memasuki awal April.
Pada 29 Maret, sebagian besar wilayah masih didominasi tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi, terutama di bagian tengah dan selatan.
Namun, kondisi tersebut mulai berubah pada 30 Maret, di mana sebagian besar wilayah beralih ke kategori rendah, meski masih terdapat titik-titik dengan tingkat kerawanan sedang hingga tinggi di beberapa daerah pesisir dan selatan.
Memasuki 31 Maret hingga 3 April 2026, peta menunjukkan dominasi warna biru yang menandakan tingkat kemudahan karhutla relatif rendah di hampir seluruh wilayah.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/libur-lebaran-pengunjung-museum-mulawarman-melonjak
Kondisi ini mengindikasikan meningkatnya kelembapan bahan bakar alami di permukaan, sehingga risiko kebakaran cenderung menurun.
Kendati demikian, BMKG mengingatkan bahwa potensi karhutla tidak sepenuhnya hilang. Faktor aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran, terutama di wilayah dengan vegetasi kering dan lahan terbuka.
“Meski secara umum kondisi menunjukkan penurunan potensi, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di daerah yang masih memiliki tingkat kerawanan sedang,” demikian imbauan BMKG dalam rilisnya.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan jika menemukan titik api di lingkungan sekitar.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat langkah pencegahan, termasuk patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat, guna menekan risiko karhutla selama masa peralihan musim. ***
