
Borneo Forum ke-9 Digelar di Balikpapan, Bahas Masa Depan Industri Sawit
- Hadirkan Menteri hingga Pakar Industri Sawit
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Kota Balikpapan akan menjadi tuan rumah Borneo Forum ke-9 Tahun 2026, forum tahunan industri kelapa sawit yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, investor, hingga masyarakat.
Berlangsung pada 5–8 Agustus 2026, agenda ini tidak hanya membahas isu strategis industri sawit, tetapi juga menghadirkan job fair, business matching, pameran industri, expo UMKM kuliner, hingga fun run.
Ketua GAPKI Kalimantan Timur, Rachmat Perdana Angga, mengatakan Borneo Forum 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat daya saing industri sawit nasional sekaligus meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian Indonesia.
“Forum ini menjadi ruang untuk berdialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, guna merumuskan langkah-langkah nyata menuju industri sawit yang lebih produktif, inklusif, dan bertanggung jawab,” kata Rachmat dalam pernyataan resmi dikutip Minggu 12 Juli 2026.
BACA JUGA:
GAPKI Kaltim Gelar Borneo Forum IX 2026 di Balikpapan - ibukotakini.com
Menurutnya, rangkaian kegiatan selama empat hari akan menggabungkan forum bisnis, diskusi kebijakan, edukasi publik, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
Borneo Forum 2026 Dibuka dengan Turnamen Golf
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Rabu, 5 Agustus 2026, dengan Turnamen Golf GAPKI yang menjadi ajang memperkuat jejaring bisnis dan kolaborasi antarpelaku industri sawit.
Selanjutnya, pada 6–7 Agustus 2026, peserta akan mengikuti berbagai agenda utama, meliputi:
- Talkshow industri sawit;
- Diskusi panel dan sesi tanya jawab;
- Forum business matching;
- Pameran industri kelapa sawit;
- Job fair;
- Welcome Dinner;
- Gala Dinner dan networking.
Sementara pada hari terakhir, 8 Agustus 2026, kegiatan akan ditutup dengan GAPKI Fun Run, Expo UMKM Kuliner, serta penutupan resmi Borneo Forum ke-9.
Hadirkan Menteri hingga Pakar Industri Sawit
Borneo Forum 2026 akan menghadirkan sejumlah pejabat dan pakar nasional sebagai pembicara utama.
Rencananya, Menteri Keuangan, Gubernur Kalimantan Timur, serta Kepala Kejaksaan Tinggi akan menjadi keynote speaker.
Selain itu, narasumber berasal dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain:
- Direktorat Jenderal Pajak (DJP);
- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC);
- Direktorat Jenderal Anggaran (DJA);
- Kementerian Pertanian;
- Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS);
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur;
- GAPKI Pusat dan seluruh GAPKI Regional Kalimantan;
- Akademisi dari berbagai universitas;
- Pakar ekonomi dan keberlanjutan sawit;
- Praktisi industri hilir.
Dalam forum tersebut, peserta akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari optimalisasi penerimaan negara, hilirisasi sawit, inovasi teknologi, keberlanjutan industri, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Job Fair dan Business Matching Jadi Daya Tarik
Selain forum diskusi, penyelenggara juga menghadirkan job fair yang mempertemukan perusahaan sawit dengan pencari kerja, khususnya generasi muda di Kalimantan.
Sementara itu, forum business matching disiapkan untuk mempertemukan perusahaan, investor, lembaga keuangan, serta pelaku UMKM guna membuka peluang kerja sama baru.
BACA JUGA:
Biodiesel B50 Resmi Berlaku: Penyerapan Sawit Rakyat Diproyeksikan Naik - ibukotakini.com
Di sisi lain, pameran industri akan menampilkan berbagai inovasi dan teknologi terbaru di sektor kelapa sawit, mulai dari hulu hingga hilir.
Sedangkan Expo UMKM Kuliner menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Target Hasilkan Rekomendasi Kebijakan Industri Sawit
Rachmat menjelaskan, Borneo Forum ke-9 ditargetkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pengembangan industri kelapa sawit nasional.
Salah satunya berupa dokumen rekomendasi kebijakan yang memuat hasil diskusi mengenai optimalisasi penerimaan negara, penguatan tata kelola, serta strategi keberlanjutan industri sawit.
“Forum ini juga diharapkan memperkuat sinergi antar-GAPKI Regional di Kalimantan dalam mendorong hilirisasi, peningkatan investasi, serta kontribusi fiskal sektor sawit,” jelasnya.
BACA JUGA:
Segera Berlaku, Begini Tahapan Penerapan B50 di Indonesia - ibukotakini.com
Selain itu, kegiatan ini ditargetkan meningkatkan literasi masyarakat mengenai peran industri sawit terhadap perekonomian nasional, membuka lebih banyak peluang kerja, memperluas jejaring bisnis, serta memperkuat citra industri sawit sebagai sektor yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Tak kalah penting, penyelenggaraan Borneo Forum 2026 diharapkan semakin mengukuhkan Balikpapan dan Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat pengembangan industri kelapa sawit nasional sekaligus destinasi penyelenggaraan agenda bisnis berskala nasional.***
