Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026)
Balikpapan

BPH Migas Pastikan Kuota Pertalite Balikpapan Cukup hingga Akhir Tahun

  • BPH Migas memastikan evaluasi terhadap kebutuhan BBM bersubsidi di Balikpapan akan terus dilakukan
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan kuota BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, untuk Kota Balikpapan masih mencukupi hingga akhir 2026. 

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026). 

Rapat tersebut membahas persoalan antrean BBM bersubsidi yang terjadi di sejumlah SPBU di Balikpapan. 

“Kalau masalah kuota, insyaallah ini cukup,” kata Wahyudi. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/antrean-pertalite-balikpapan-mengular-lima-titik-spbu-dipersiapkan

Meski memastikan kuota saat ini mencukupi, BPH Migas tetap membuka ruang evaluasi apabila terjadi perubahan kebutuhan masyarakat. 

Wahyudi menjelaskan penyesuaian dapat dilakukan apabila kebutuhan BBM bersubsidi meningkat menjelang akhir tahun. 

“Kalau kaitannya nanti terjadi di akhir tahun, perlu dilakukan adjustment, ya otomatis kita evaluasi bersama,” tandasnya. 

Wahyudi menyebut, kebutuhan BBM bersubsidi sangat dinamis. Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi antrean Pertalite di Balikpapan adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. 

Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi kini beralih menggunakan BBM bersubsidi. Pergeseran tersebut terjadi seiring perubahan harga BBM nonsubsidi. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/antrean-bbm-bersubsidi-di-balikpapan-segera-diurai-tambah-titik-layanan

“Ini karena pola konsumsi masyarakat yang semula nonsubsidi menjadi subsidi,” kata Wahyudi. 

Menurut dia, perubahan pola konsumsi tersebut menjadi salah satu aspek yang terus dipantau BPH Migas. Evaluasi diperlukan agar ketersediaan BBM bersubsidi tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Karena kebutuhan dapat berubah sewaktu-waktu, Wahyudi belum menyebutkan besaran tambahan kuota yang mungkin diperlukan Balikpapan. 

Ia menilai, penyebutan angka secara spesifik saat ini justru berpotensi tidak sesuai dengan kondisi kebutuhan pada akhir tahun. 

“Kalau kita ngomong A, nanti belum tentu akhir tahun A. Nanti salah lagi kita,” ujarnya.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/31-anggota-pramuka-balikpapan-terima-penghargaan

BPH Migas memastikan evaluasi terhadap kebutuhan BBM bersubsidi di Balikpapan akan terus dilakukan. Pemerintah ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik hingga penghujung 2026.

Wahyudi mengatakan penyesuaian kuota, jika memang diperlukan, akan dilakukan berdasarkan dinamika konsumsi masyarakat dan kondisi di lapangan. 

“Untuk pelayanan Kota Balikpapan, insyaallah kita jaga sampai dengan akhir tahun,” tambah Wahyudi. ***