Fasilitas transshipment milik KPC.
Ekbis

BUMI Buka-bukaan Alasan Akuisisi Loyal Metals Australia

  • Bidik EBITDA Nonbatu Bara di Atas 50 Persen
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM  – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengungkap alasan di balik akuisisi Loyal Metals (LM) di Australia. Perseroan menilai transaksi tersebut memiliki keekonomian positif sekaligus mendukung strategi diversifikasi bisnis dari batu bara termal.

Corporate Secretary BUMI Irana Chandra Mala mengatakan, hasil penilaian internal perseroan yang diperkuat proses uji tuntas atau due diligence menunjukkan proyek LM memiliki nilai bersih sekarang (net present value/NPV) positif.

Selain itu, tingkat pengembalian internal (internal rate of return/IRR) dari investasi tersebut berada di atas ambang minimum investasi yang ditetapkan perseroan.

“Keekonomian proyek. Penilaian internal perseroan atas LM yang didukung oleh hasil uji tuntas menghasilkan NPV positif dan IRR di atas ambang minimum investasi perseroan,” jelas Irana dalam tanggapan BUMI atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 10 September 2026.

BACA JUGA:

Bakrie Akuisisi Loyal Metals Australia Senilai Rp1 Triliun - ibukotakini.com

Akuisisi LM juga menjadi bagian dari ekspansi BUMI di Australia. Sebelumnya, perseroan telah mengakuisisi Wolfram Limited pada Oktober 2025 dan Jubilee Metals secara bertahap pada 2025–2026. Akuisisi perusahaan-perusahaan tersebut antara lain didanai melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Obligasi BUMI.

Menurut BUMI, aset LM, Wolfram Limited, dan Jubilee Metals berada di Queensland. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang sinergi operasional di antara aset-aset yang dimiliki perseroan.

Sinergi tersebut mencakup operasional pertambangan, infrastruktur pengolahan, tenaga kerja teknis, kontraktor pertambangan hingga jaringan logistik.

Perseroan juga melihat keuntungan dari kesamaan struktur perizinan dan pemenuhan kewajiban lingkungan karena aset-aset tersebut berada dalam satu yurisdiksi.

BACA JUGA:

3 Saham Ini Jadi Pilihan Belanja IPOT - ibukotakini.com

LM Belum Sepenuhnya Masuk Produksi

BUMI menjelaskan, Loyal Metals merupakan perusahaan induk yang memiliki empat anak usaha pemegang konsesi pertambangan.

Dari empat perusahaan tersebut, Highway Copper Gold Pty Ltd (HCG) menjadi satu-satunya entitas yang telah memegang izin operasi produksi.

HCG dimiliki 100 persen oleh LM. Berdasarkan data geologi yang tersedia, BUMI menyebut konsesi HCG telah memadai untuk memasuki tahap operasi produksi.

Sementara itu, dua anak usaha LM lainnya, yakni Trieste Lithium Ltd dan HWY4 Lithium Ltd, masing-masing juga dimiliki 100 persen oleh LM. Namun, konsesi kedua perusahaan tersebut masih berada pada tahap eksplorasi.

Adapun American Consolidated Lithium dimiliki 49 persen oleh LM. Konsesi perusahaan tersebut juga masih berada pada tahap eksplorasi.

BACA JUGA:

OJK Tetapkan 1.277 Sanksi Kepada Pelaku Pasar Modal Sepanjang 2026 - ibukotakini.com

Dengan demikian, akuisisi LM tidak berarti seluruh aset yang dibeli BUMI sudah menghasilkan produksi komersial. Sebagian portofolionya masih membutuhkan kegiatan eksplorasi dan pengembangan lebih lanjut.

Bidik EBITDA Nonbatu Bara di Atas 50 Persen

BUMI menyatakan ekspansi ke aset mineral Australia tersebut sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan.

Akuisisi LM ditujukan untuk mendukung target BUMI meningkatkan kontribusi bisnis nonbatu bara termal terhadap EBITDA.

Perseroan menargetkan bauran EBITDA yang berasal dari kegiatan usaha nonbatu bara termal mencapai lebih dari 50 persen pada 2031.

BACA JUGA:

Asing Jual Saham Rp438,5 Miliar, IHSG Gagal Bertahan di 6.700 - ibukotakini.com

Strategi tersebut menunjukkan upaya BUMI mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara termal sekaligus membangun portofolio komoditas mineral yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

Masuknya LM, Wolfram Limited, dan Jubilee Metals ke dalam portofolio BUMI diharapkan memberikan basis aset mineral yang lebih terintegrasi di Queensland.

Namun, dari sisi operasional, realisasi kontribusi aset-aset tersebut terhadap kinerja keuangan BUMI tetap bergantung pada keberhasilan pengembangan tambang, kegiatan eksplorasi, kesiapan produksi, serta kondisi harga komoditas mineral ke depan.***