
BUMI Koreksi Akuisisi Loyal Metals: Ternyata Cuma Segini
- Sebanyak 95,4 Persen Dana Pembelian dari Pinjaman Glencore
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengoreksi nilai transaksi akuisisi Loyal Metals (LM) Australia. Nilai akuisisi yang sebelumnya disebut mencapai Rp3,21 triliun kini diklarifikasi menjadi sekitar Rp1,005 triliun.
Corporate Secretary BUMI Irana Chandra Mala menjelaskan, nilai transaksi akuisisi LM sebenarnya mencapai AUD79,07 juta atau setara Rp1.004.742.244.136,50.
Perhitungan tersebut menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada 1 September 2026 sebesar Rp12.707,04 per dolar Australia.
“Sebagai klarifikasi, nilai transaksi akuisisi LM adalah sebesar AUD79.069.731,75 atau setara dengan Rp1.004.742.244.136,50,” kata Irana dalam penjelasan BUMI kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 10 September 2026.
BACA JUGA:
BUMI Buka-bukaan Alasan Akuisisi Loyal Metals Australia - ibukotakini.com
Koreksi tersebut membuat nilai transaksi akuisisi LM lebih rendah sekitar Rp2,2 triliun dibandingkan angka Rp3.208.743.000.000 yang sebelumnya tercantum.
Dengan demikian, nilai akuisisi yang diklarifikasi BUMI hanya sekitar 31,3 persen dari nilai rupiah yang sebelumnya disebutkan.
Harga Akuisisi Berdasarkan Due Diligence
BUMI menjelaskan, penentuan harga akuisisi Loyal Metals dilakukan berdasarkan hasil uji tuntas (due diligence) yang mencakup aspek hukum, keuangan, perpajakan, dan teknis.
Proses tersebut dilakukan oleh penasihat independen yang ditunjuk perseroan. Selain hasil uji tuntas, harga transaksi juga ditentukan melalui proses negosiasi antara BUMI dan LM.
BACA JUGA:
Bakrie Akuisisi Loyal Metals Australia Senilai Rp1 Triliun - ibukotakini.com
“Nilai transaksi tersebut ditentukan berdasarkan hasil uji tuntas hukum, keuangan, perpajakan, dan teknis yang dilaksanakan oleh penasihat independen perseroan dan negosiasi yang dilakukan antara perseroan dan LM,” ujar Irana.
Hampir Rp1 Triliun dari Pinjaman Glencore
Dari sisi pendanaan, BUMI mengungkapkan sebagian besar dana untuk mengakuisisi Loyal Metals berasal dari pinjaman pihak ketiga.
Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD54 juta atau setara dengan Rp958,284 miliar dari Glencore Australia Holdings Pty Limited.
Pinjaman tersebut diberikan berdasarkan Facility Agreement tertanggal 24 Agustus 2026.
BACA JUGA:
Proyek Coal to Methanol di Kutim Serap 5.000 Tenaga Kerja - ibukotakini.com
Dengan nilai transaksi sekitar Rp1,005 triliun, porsi pinjaman Glencore mencapai sekitar 95,4 persen dari total nilai akuisisi.
Sementara itu, sisa kebutuhan dana sebesar Rp46,458 miliar berasal dari kas internal BUMI.
Struktur pendanaan tersebut menunjukkan akuisisi LM hampir seluruhnya dibiayai melalui fasilitas pinjaman, sementara penggunaan kas internal perseroan relatif terbatas.
BUMI Perkuat Bisnis Nonbatu Bara
Akuisisi Loyal Metals merupakan bagian dari strategi BUMI memperbesar portofolio bisnis nonbatu bara termal.
Sebelumnya, BUMI telah mengakuisisi Wolfram Limited pada Oktober 2025 serta Jubilee Metals secara bertahap pada 2025–2026.
BACA JUGA:
Saham Bayan Resources Masih Dikuasai Low Tuck Kwong - ibukotakini.com
Aset-aset tersebut berada di Queensland, Australia. BUMI melihat peluang sinergi dalam operasional, infrastruktur pengolahan, tenaga kerja teknis, kontraktor pertambangan, hingga jalur logistik.
Perseroan juga menargetkan kontribusi EBITDA dari bisnis nonbatu bara termal mencapai lebih dari 50 persen pada 2031.
Dari sisi aset, Loyal Metals merupakan perusahaan induk yang memiliki empat anak usaha pemegang konsesi pertambangan. Highway Copper Gold Pty Ltd (HCG), yang dimiliki 100 persen LM, telah memegang izin operasi produksi.
Sementara itu, Trieste Lithium Ltd dan HWY4 Lithium Ltd, yang masing-masing dimiliki 100 persen LM, masih berada pada tahap eksplorasi. American Consolidated Lithium, yang 49 persen sahamnya dimiliki LM, juga masih dalam tahap eksplorasi.***
