
Bupati: Gaji Telat Jangan Ngeluh di Sosmed
- ASN Dituntut Bijak Bersosmed
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bijak bersosial media.
Ardiansyah mengingatkan para ASN agar tidak menjadikan sosial media sebagai tempat mengeluhkan persoalan pekerjaan, termasuk keterlambatan gaji.
Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah saat menutup Latihan Dasar (Latsar) CPNS Kutim 2026 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung produktivitas serta menyebarkan informasi positif, bukan untuk meluapkan keluhan yang seharusnya diselesaikan melalui mekanisme internal pemerintahan.
BACA JUGA:
Strategi Peternak Raup Cuan, dari Jasa Perawatan hingga Olah Kotoran
"Saya berharap saudara-saudara yang sudah bekerja sebagai pegawai negeri sipil, sebagai CPNS, PPPK, bijaksanalah dalam memanfaatkan media sosial. Jangan sedikit saja terlambat gaji turun, bagaimana Pemerintah Kutim gaji kami terlambat," ujar Ardiansyah.
Ia menyoroti fenomena sejumlah pegawai yang kerap mengunggah keluhan ke media sosial sebelum mencari tahu akar persoalan melalui atasan atau instansi terkait.
Padahal, keterlambatan pembayaran hak pegawai sering kali dipicu kendala teknis maupun keterlambatan administrasi di unit kerja masing-masing.
Ardiansyah menjelaskan, persoalan tersebut semestinya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pimpinan atau bagian yang berwenang agar diketahui penyebabnya secara jelas.
"Coba tanya langsung ke atasan apa yang terjadi? Karena bisa jadi juga hambatan itu mungkin karena teknis. Bisa jadi kalau di pendidikan, kadang kala di sekolah A lambat juga mengajukan, terjadi itu. Begitu juga mungkin di institusi lain, di kesehatan," katanya.
BACA JUGA:
Panen Semangka di Tengah Ekspansi Sawit, Hortikultura Jadi Sumber Ekonomi Baru
Lebih lanjut, Ardiansyah mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang belum tentu benar di media sosial dapat menimbulkan dampak negatif bagi pegawai yang mengunggahnya.
Di era digital saat ini, satu unggahan dapat dengan cepat menyebar luas dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Betul sekarang ini eranya era digital, tapi kalau kita tidak bijaksana di dalam memanfaatkan digital, itu akan berubah menjadi bencana pribadi masing-masing. Saya ngomong bencana ini bukan berarti bencana saudara salah, tapi saudara memberitahukan informasi yang enggak benar," tegasnya.
Bupati Kutim juga membandingkan penyebaran informasi pada masa lalu dengan kondisi saat ini. Jika dahulu gosip hanya beredar di lingkungan terbatas, kini informasi yang dibagikan melalui media sosial dapat diakses masyarakat luas hanya dalam hitungan detik.
BACA JUGA:
Keren Banget! BUMDes Bakal Dilibatkan Kelola Bandara Perintis di Kutim
Kutim Siapkan 1.612 Atlet untuk Porprov Kaltim 2026, Target Tembus Tiga Besar
"Kalau sejuta orang yang merespon, maka dosanya jutaan orang juga numpuk di saudara. Kalau ngerumpinya pakai alat ini, itu seluruh dunia tahu. Lalu mereka subscribe, like, and share," selorohnya yang disambut tawa peserta.
Di akhir arahannya, Ardiansyah mengajak seluruh ASN memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi pembangunan dan berbagai capaian daerah.
Menurutnya, ASN memiliki peran penting dalam mendukung citra positif Kutai Timur yang saat ini terus berbenah dan berkembang.
"Maka buatlah subscribe, like, and share yang betul-betul memberikan informasi pembangunan, mendukung dan sebagainya. Kenapa saya katakan demikian? Karena sekarang kita sedang membangun Kutim," pungkasnya.***
