Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengunjungi pabrik pengolah kratom. (Foto: Prokom)
Kutai Kartanegara

Bupati Kukar Aulia Rahman Bakal Kembangkan Industri Ekstraksi Kratom!

  • Kunjungi Pabrik Pengolahan Kratom
Kutai Kartanegara
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, membawa kabar segar bagi para petani kratom di wilayahnya. 

Tidak hanya sekadar budidaya mentah, Pemerintah Kabupaten Kukar kini membidik pengembangan industri hilirisasi tanaman yang punya nama lain kademba atau kedamba, melalui proses ekstraksi.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik pengolahan PT DJB Botanicals Indonesia, Selasa,28April 2026.

Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh rantai pasok kratom, mulai dari hulu hingga hilir, berjalan sesuai regulasi dan standar kualitas internasional.

Dari Hulu ke Hilir: Menjaga Kualitas Mitragynine

Bupati menekankan bahwa pengawasan ketat sangat diperlukan agar pengelolaan kratom tetap bertanggung jawab dan transparan.

Target utamanya adalah menjaga kadar mitragynine—zat aktif dalam kratom—agar tetap tinggi dan stabil.

"Harapan kita, masyarakat tetap menjadi pembudidaya yang sesuai kaidah dan prosedur. Dengan begitu, kadar mitragynine dari masing-masing kratom atau kedamba ini bisa kita jaga kualitasnya," ujar Aulia Rahman Basri melalui akun Instagram pribadinya.

BACA JUGA:

Desa Liang Ulu Wakili Kukar Workshop Replikasi Program Pembangunan Desa

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Kukar berencana melakukan edukasi, memberikan pemahaman kepada petani lokal tentang teknik budidaya yang benar.

“Nanti akan kita lakukan proses edukasi kepada masyarakat sehingga kadar mitrogenin yang ada di kedamba bisa dijaga sehingga kualitasnya bisa kita pertahankan,” tegasnya.

Upaya berikutnya adalah riset berkolaborasi dengan akademisi untuk memetakan potensi kualitas kedamba di Kukar. Dan terakhir melalui standardisasi prosedur untuk memastikan proses pasca-panen memenuhi standar pasar ekspor.

Transformasi Menuju Industri Ekstraksi

Langkah Kukar tidak berhenti di pengiriman bahan mentah. 

Bupati Aulia Rahman mengungkapkan rencana ambisius untuk membangun industri pengolahan yang lebih canggih melalui kolaborasi antara pelaku bisnis, tim riset, dan pemerintah daerah.

BACA JUGA:

Ekspor UMKM Kaltim Tembus Rp11 Miliar dalam Sepekan

"Sekarang kita sudah bisa membuat dalam bentuk remahan (mesh), ke depan insyaallah akan kita tingkatkan lagi ke industri ekstraksi," ungkapnya optimistis.

Menurut Bupati, pendekatan kolaboratif ini sangat penting agar kratom bisa dikelola secara berkelanjutan. 

Tujuannya jelas: memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi daerah tanpa mengabaikan aspek keamanan dan regulasi yang berlaku.

“Ya harapan Kita dengan masyarakat tetap menjadi pembudidaya yang sesuai kaidah dan sesuai prosedur yang ada sehingga kadar mitroginin dari masing masing kraton itu bisa kita jaga,” kata kepala daerah berlatar belakang dokter ini.***