
Bupati PPU Mudyat Noor Pakai Uang Pribadi Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warganya
- Warga Kesulitan Air Bisa Melapor Langsung
Penajam
IBUKOTAKINI.COM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menggunakan dana pribadinya untuk menyalurkan bantuan air bersih gratis kepada warga yang terdampak kemarau panjang. Masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih diminta segera melapor agar bisa masuk dalam daftar penerima bantuan.
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah desa dan kelurahan di PPU. Langkah ini dilakukan menyusul semakin terbatasnya pasokan air bersih akibat kemarau yang melanda Kalimantan Timur (Kaltim).
Tak hanya kekurangan air, sebagian masyarakat juga harus menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mudyat mengatakan, bantuan air bersih yang disalurkan merupakan sumbangan atas nama pribadinya. Dia berharap distribusi bantuan bisa menjangkau lebih banyak wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
BACA JUGA:
Bupati PPU Mudyat Noor Salurkan 14 Ribu Liter Air Bersih ke Warga - ibukotakini.com
"Alhamdulillah, pembagian air bersih bisa kami salurkan ke sejumlah desa dan kelurahan di PPU. Semoga lebih banyak lagi kawasan yang bisa dijangkau untuk mendapatkan air bersih secara gratis ini," ujar Mudyat, Minggu, 1 November 2026.
Terbaru, sebanyak 19 ribu liter air bersih disalurkan kepada masyarakat Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Sabtu (31/10/2026).
Sebelumnya, bantuan serupa diberikan kepada warga Perumahan Pamulang, RT 15, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Rabu (28/10/2026). Saat itu, sebanyak 14 ribu liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga.
Dengan demikian, sedikitnya 33 ribu liter air bersih telah disalurkan dalam dua kegiatan tersebut.
Warga PPU Bisa Lapor Langsung ke Bupati

Mudyat meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila wilayah tempat tinggalnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
BACA JUGA:
Dishub PPU Terima 2.000 Usulan PJU, Jalan Desa Gelap Jadi Fokus Utama - ibukotakini.com
Laporan bisa disampaikan langsung kepada dirinya maupun melalui lurah, camat, dan Pemerintah Kabupaten PPU.
Informasi dari masyarakat diperlukan untuk memetakan lokasi yang membutuhkan bantuan sehingga penyaluran air bersih bisa dilakukan lebih tepat sasaran.
"Bismillah, bantuan ini merupakan atas nama pribadi saya. Doakan, kawasan lain yang kesulitan air bersih bisa kami jangkau. Bagi warga yang kesulitan air bersih, bisa lapor ke saya," katanya.
Dia berharap bantuan tersebut dapat terus diperluas selama kemarau masih menyebabkan gangguan pasokan air bersih di sejumlah wilayah.
Di tengah ancaman kekeringan dan kabut asap karhutla, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Bantuan distribusi air diharapkan bisa meringankan beban warga, terutama keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.***
BACA JUGA:
Bupati PPU Mudyat Noor Raih Penghargaan SKK Migas - ibukotakini.com
