
Cegah Karhutla di IKN, Otorita Edukasi Petani Tinggalkan Cara Bakar Lahan
- Otorita IKN mendorong petani beralih dari metode tebang bakar menuju pengelolaan lahan tanpa bakar
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat.
Otorita IKN kini mendorong petani beralih dari metode tebang bakar menuju pengelolaan lahan tanpa bakar (PLTB).
Langkah tersebut dilakukan melalui Workshop Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar yang digelar Otorita IKN pada Selasa (1/9/2026).
Pelatihan tidak sekadar memberikan pemahaman, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan langsung teknik pengolahan lahan yang lebih ramah lingkungan.
Dalam workshop tersebut, peserta mempelajari pengolahan tanah terkendali, pembuatan kompos, hingga pemanfaatan mulsa organik.
BACA JUGA:
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Safitri menegaskan, penerapan PLTB merupakan langkah nyata yang harus terus didorong di kawasan Nusantara.
“Saya menegaskan bahwa agenda ini bukan kegiatan seremonial. Agenda ini untuk membuka hati kita, membuka pikiran kita, dan meneguhkan keyakinan bahwa di IKN pengelolaan lahan tanpa bakar dapat kita laksanakan,” ucap Myrna pada Jumat, 4 September 2026.
Dorongan terhadap penerapan PLTB tidak terlepas dari ancaman karhutla di kawasan Nusantara. Sebagian besar kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut diketahui berkaitan dengan aktivitas manusia.
Beberapa penyebab yang teridentifikasi antara lain pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok yang belum dimatikan secara sempurna, hingga fenomena swabakar batu bara.
Berdasarkan pemantauan harian hingga 31 Agustus 2026, tercatat 173 titik panas yang tersebar di 23 desa dan kelurahan.
Sementara itu, kejadian kebakaran tercatat di 55 titik.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pemkab-ppu-terapkan-mini-kompetisi-e-katalog-pekerjaan-konstruksi
Ia menyebut, titik panas tidak selalu berarti terjadi kebakaran.
Namun, data tersebut tetap menjadi indikator yang perlu diwaspadai, terutama di tengah kondisi yang meningkatkan risiko karhutla.
Otorita IKN menempatkan PLTB sebagai bagian dari strategi pengendalian karhutla yang mencakup pencegahan, penanggulangan, hingga pemulihan.
Pada aspek pencegahan, pendekatan yang digunakan tidak hanya mengandalkan aturan dan larangan.
Otorita IKN juga berupaya menyediakan alternatif bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas pengolahan lahan.
Karena itu, pelatihan PLTB diposisikan sebagai solusi agar masyarakat tetap dapat mengelola lahan dan menjalankan aktivitas pertanian tanpa harus menggunakan api.
Pendekatan tersebut sekaligus melengkapi Surat Edaran Kepala Otorita IKN yang mengatur larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Aturan itu juga melarang pembakaran sampah serta membuang puntung rokok sembarangan tanpa memastikan api benar-benar padam.
Transformasi menuju pertanian tanpa bakar dinilai penting bukan hanya untuk menekan potensi karhutla, tetapi juga menjaga kesuburan tanah, mengurangi emisi karbon, serta mempertahankan fungsi ekologis kawasan.
Otorita IKN pun menggandeng akademisi dan petani lokal untuk mendorong perubahan praktik budidaya pertanian agar lebih selaras dengan kondisi lingkungan.
Melalui kolaborasi tersebut, pengelolaan lahan tanpa bakar diharapkan dapat berkembang menjadi praktik yang diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat di dalam maupun sekitar kawasan IKN. ***
