Cegah Kecelakaan, Astra Motor Kaltim 1 Bagikan Panduan Aman
Balikpapan

Cegah Kecelakaan, Astra Motor Kaltim 1 Bagikan Panduan Aman Cornering 

  • Dengan menerapkan teknik menikung tepat, pengendara dapat meningkatkan keselamatan diri sendiri
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Melakukan cornering atau menikung dengan sepeda motor bukan sekadar membelokkan setang. Pengendara perlu menguasai kontrol kecepatan, keseimbangan, posisi tubuh, hingga membaca kondisi jalur untuk menjaga keselamatan.

Astra Motor Kaltim 1 membagikan sejumlah panduan keselamatan berkendara saat melakukan cornering, terutama ketika melintasi jalan berliku, kawasan pegunungan, maupun tikungan dengan jarak pandang terbatas. 

Instruktur Astra Motor Kaltim, Muhammad Aditya Wicaksana, menjelaskan bahwa teknik menikung yang tepat penting untuk menjaga kestabilan kendaraan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan. 

“Keselamatan saat melakukan cornering memerlukan kombinasi teknik kontrol motor yang tepat, pembacaan jalur, dan pengelolaan kecepatan,” demikian panduan yang disampaikan Astra Motor Kaltim 1 pada Kamis, 13 Agustus 2026.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/pecinta-honda-wajib-ikut-ada-kontes-foto-motor-berhadiah-rp-500-ribu

1. Selesaikan pengereman sebelum memasuki tikungan.
Tahap pertama adalah entry, yakni persiapan sebelum kendaraan memasuki tikungan.

Pengendara disarankan menurunkan kecepatan dan memilih posisi gigi yang sesuai ketika masih berada di jalur lurus. 

Pengereman mendadak ketika motor sudah dalam posisi miring berisiko membuat ban kehilangan traksi dan menyebabkan slip. 

Selain itu, pengendara perlu menentukan garis lintasan. Astra Motor Kaltim 1 menyarankan pola outside-inside-outside, yakni masuk dari sisi luar tikungan, mendekati titik terdalam atau apex, kemudian kembali ke sisi luar saat keluar tikungan. 

Teknik tersebut membantu membuat sudut tikungan menjadi lebih landai. 

2. Jangan terpaku pada jalan tepat di depan 

Pandangan juga menjadi bagian penting ketika melakukan cornering. 

Pengendara disarankan tidak hanya melihat area tepat di depan roda, tetapi mengarahkan pandangan dan kepala ke titik keluar tikungan atau exit point. 

Pasalnya, kendaraan cenderung bergerak mengikuti arah pandangan pengendara. Kondisi ini dikenal sebagai target fixation. 

3. Jaga gas tetap halus saat berada di tikungan 

Ketika berada di tengah tikungan atau mid-corner, pengendara perlu menjaga putaran gas secara konstan dan halus. 

Hindari membuka maupun menutup gas secara tiba-tiba karena perubahan tersebut dapat memengaruhi kestabilan suspensi dan distribusi bobot kendaraan. 

Untuk sepeda motor, teknik countersteering juga dapat digunakan. Pengendara menekan setang ke arah yang ingin dituju untuk membantu mengatur kemiringan motor secara presisi. 

Posisi tubuh juga harus diperhatikan. Pengendara dapat menjaga tubuh tetap mengikuti kemiringan motor atau sedikit memiringkan badan ke dalam untuk membantu kestabilan pada kecepatan menengah hingga tinggi. 

4. Akselerasi dilakukan setelah jalur keluar aman 

Saat memasuki fase exit, pengendara tidak dianjurkan langsung membuka gas secara agresif. 

Akselerasi dilakukan secara bertahap setelah jalur keluar tikungan terlihat aman dan posisi kendaraan mulai kembali lurus. 

Seiring bertambahnya kecepatan, kendaraan juga perlu ditegakkan kembali sebelum pengendara meningkatkan kecepatan lebih tinggi. 

5. Waspadai tikungan buta 

Salah satu risiko terbesar ketika cornering adalah blind corner atau tikungan dengan jarak pandang terbatas. 

Pengendara diingatkan tidak menyalip atau mengambil jalur berlawanan ketika melewati tikungan buta. Sebab, terdapat potensi kendaraan datang dari arah berlawanan maupun bahaya lain yang tidak terlihat. 

Selain kendaraan, pengendara juga perlu mengantisipasi kerikil, tumpahan oli, dan lubang di permukaan jalan. 

6. Kurangi kemiringan saat jalan basah 

Kondisi jalan juga menentukan teknik cornering yang aman. 

Saat hujan atau permukaan jalan basah, pengendara disarankan mengurangi tingkat kemiringan motor dan meningkatkan jarak aman hingga dua kali lipat. 

Langkah ini diperlukan untuk menghadapi kondisi traksi yang berbeda dibandingkan saat jalan kering. 

7. Pastikan ban dalam kondisi layak 

Sebelum berkendara, kondisi ban juga wajib diperiksa. 

Pastikan tekanan angin sesuai standar pabrikan dan alur ban masih dalam kondisi layak serta tidak gundul. Kondisi ban yang baik dibutuhkan untuk mendapatkan cengkeraman maksimal ketika kendaraan menikung. 

Astra Motor Kaltim 1 mengingatkan bahwa jalan raya bukanlah sirkuit. Karena itu, teknik cornering sebaiknya selalu mengutamakan kendali kendaraan, keselamatan, dan kewaspadaan. 

Dengan menerapkan teknik menikung yang tepat, pengendara dapat meningkatkan keselamatan diri sendiri sekaligus pengguna jalan lainnya. ***