
Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, DKP3 Balikpapan Awasi Kesehatan Hewan Kurban
- DKP3 Balikpapan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 2026
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan sapi dan kambing yang masuk ke Balikpapan bebas dari penyakit menular dan layak dikonsumsi masyarakat.
Pengawasan dilakukan sejak hewan kurban tiba dari luar daerah hingga masuk ke lokasi penjualan. Pemeriksaan berlapis diterapkan guna mencegah peredaran hewan yang terindikasi penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun gangguan kesehatan lainnya.
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengatakan Balikpapan setiap tahun menerima pasokan hewan kurban dari berbagai daerah sehingga pengawasan ketat menjadi prioritas utama.
“Pengawasan kami lakukan sejak awal distribusi sampai di lapak penjualan. Hewan yang masuk harus memenuhi syarat kesehatan,” kata Sri Wahyuningsih, Senin (11/5/2026).
Menurut Sri, pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik hewan, tetapi juga dokumen kesehatan dari daerah asal.
BACA JUGA:
Tahun 2026, Program Bedah Rumah Pemkot Balikpapan Dialokasikan 100 unit - ibukotakini.com
Petugas memastikan seluruh hewan bebas dari indikasi penyakit menular, infeksi kulit, hingga gangguan kesehatan lain yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Selain kesehatan, DKP3 Balikpapan juga memeriksa kelayakan umur hewan kurban sesuai syariat Islam. Pada sapi, pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan pergantian gigi untuk memastikan usia hewan telah memenuhi ketentuan kurban.
Pengawasan tahun ini juga menyasar lokasi penjualan hewan kurban yang mulai bermunculan di sejumlah titik di Balikpapan. Para penjual diminta menjaga kebersihan kandang sementara dan mengelola limbah ternak agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
“Lokasi penjualan harus tetap bersih supaya tidak menimbulkan keluhan warga,” ujar Sri.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban.
“Warga diminta tidak mudah tergiur harga murah tanpa memastikan kesehatan hewan maupun legalitas lapak penjualan,” imbaunya.
Adapun ciri hewan kurban sehat antara lain memiliki mata cerah, bulu bersih, gerakan aktif, serta nafsu makan yang baik.
“Kalau masyarakat merasa ragu, jangan segan meminta dokumen kesehatan hewan kepada penjual,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)
