Cerita SDN 001 di Pulau Maratua: Internet Bantu Belajar
Tren

Cerita SDN 001 di Pulau Maratua: Internet Bantu Belajar

  • SDN 001 Payung-Payung Butuh Tambahan Bandwidth
Tren
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Akses internet mulai membuka peluang baru bagi dunia pendidikan di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. 

Di SDN 001 Payung-Payung, kehadiran jaringan internet guru dan siswa mengakses materi pembelajaran digital yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan geografis.

Namun di balik manfaat tersebut, sekolah yang berada di salah satu wilayah terdepan Indonesia itu masih menghadapi tantangan besar. 

Selain kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan, kapasitas internet yang tersedia saat ini dinilai belum cukup untuk mendukung pembelajaran digital secara optimal. 

SDN 001 Payung-Payung melayani 94 siswa dengan dukungan 13 tenaga pendidik. Sekolah ini memiliki lima ruang kelas dan satu ruang guru yang menjadi pusat aktivitas belajar mengajar. 

Cerita SD di Pulau Maratua: Internet Bantu Belajar 

Sayangnya, salah satu ruang kelas mengalami kerusakan cukup serius. Atap bangunan bocor, plafon mulai runtuh, dan lantai yang rusak membuat ruangan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. 

Di sisi lain, upaya digitalisasi pendidikan mulai berjalan melalui dukungan internet satelit dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

Kepala SDN 001 Payung-Payung, Bahridin, mengatakan keberadaan internet menjadi kebutuhan mendasar bagi sekolah untuk mendukung pembelajaran dan administrasi pendidikan. 

“Kami mengajukan bantuan internet ini sudah lama sekali. Alhamdulillah akhirnya mendapat perhatian dan dilakukan survei oleh pihak terkait,” kata Bahridin pada Kamis, 11 Juni 2026. 

“Akses internet sangat membantu para guru dalam menyiapkan materi pembelajaran sekaligus memperluas sumber belajar bagi siswa yang berada di wilayah kepulauan,” tukasnya.

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, menjelaskan layanan internet yang saat ini digunakan SDN 001 Payung-Payung berasal dari jaringan satelit SATRIA. 

Saat ini sekolah memperoleh layanan dengan kapasitas sekitar 4 Mbps. Angka tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menunjang pembelajaran digital yang semakin berkembang. 

“Untuk pendidikan yang maksimal, kapasitas internet idealnya berada di angka 20 Mbps. Kami memahami kebutuhan sekolah-sekolah di wilayah terluar seperti Maratua yang membutuhkan dukungan konektivitas lebih baik,” tandas Fadhilah. 

Ia menjelaskan BAKTI terus meningkatkan kapasitas layanan di berbagai lokasi yang menunjukkan tingkat penggunaan internet tinggi. 

Saat ini sejumlah titik layanan yang dibangun BAKTI telah ditingkatkan hingga minimal 20 Mbps untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan institusi pendidikan. 

Menurut Fadhilah, internet di sekolah tidak hanya digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi juga mendukung kegiatan administrasi, pelaksanaan ujian berbasis digital, hingga akses informasi bagi tenaga pendidik. 

Bahkan pada saat pelaksanaan ujian nasional atau asesmen berbasis komputer, sekolah biasanya mengajukan tambahan bandwidth agar proses berjalan lancar tanpa gangguan.
Selain mendukung pendidikan, internet satelit yang dibangun pemerintah memiliki fungsi penting sebagai sarana komunikasi darurat bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Fadhilah mencontohkan, saat terjadi bencana atau kondisi kedaruratan, masyarakat dapat memanfaatkan titik akses internet pemerintah untuk menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak terkait. 

“Di beberapa wilayah terdampak bencana, masyarakat memanfaatkan akses internet yang dibangun pemerintah untuk melaporkan kondisi dan situasi di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan masih ditemukan sejumlah sekolah yang belum memanfaatkan perangkat akses internet secara optimal.

"Karena itu, BAKTI terus melakukan edukasi kepada pengelola sekolah agar penggunaan jaringan dapat dimaksimalkan sesuai kapasitas yang tersedia," imbuhnya. 

Kondisi SDN 001 Payung-Payung menjadi gambaran nyata tantangan pendidikan di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Indonesia. ***