
Cool Storage Induk Jadi Solusi Fluktuasi Harga Pangan
- Keberadaan cold storage atau gudang berpendingin berskala pasar induk menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di daerah
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Ketersediaan komoditas kebutuhan pokok di Balikpapan yang masih terbatas menjadi salah satu penyebab inflasi kerap berfluktuasi, terutama pada momen-momen tertentu.
Ketidakpastian inj membuat harga bahan pangan mudah melonjak dalam waktu singkat.
Anggota DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung menilai, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Ia mendorong adanya solusi konkret, salah satunya melalui penyediaan fasilitas penyimpanan komoditas yang memadai.
Di mana keberadaan cold storage atau gudang berpendingin berskala pasar induk menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di daerah.
“Selama ini masih ada keterbatasan fasilitas penyimpanan. Ini yang kemudian berpengaruh pada fluktuasi harga kebutuhan pokok di Balikpapan,” ungkapnya pada Jumat 27 Maret 2026.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/cegah-kejahatan-anak-pemkot-balikpapan-perkuat-pendampingan
Ia menjelaskan, komoditas pangan yang mudah rusak seperti daging, sayur, dan bahan segar lainnya, hingga kini belum didukung sistem penyimpanan yang optimal.
"Akibatnya, pasokan sangat bergantung pada distribusi harian dari luar daerah," tukasnya.
Kondisi tersebut membuat harga menjadi tidak stabil. Ketika pasokan tersendat, harga pun dengan cepat merangkak naik di tingkat pasar.
“Harga bisa fluktuatif karena ketersediaan komoditas tidak pasti. Salah satu penyebabnya karena belum ada sistem penampungan yang maksimal,” jelasnya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/waspada-karhutla-kemarau-2026-diprediksi-panjang
Wahyullah menambahkan, tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai, komoditas tidak dapat bertahan lama. "Hal ini memaksa distribusi dilakukan secara terus-menerus, sekaligus meningkatkan risiko terganggunya pasokan," imbuh Wahyullah.
Karena itu, pembangunan cold storage dinilai penting untuk memperpanjang masa simpan komoditas sekaligus menjaga kualitasnya sebelum sampai ke masyarakat.
“Kalau komoditas bisa disimpan lebih lama, kita punya waktu untuk mengatur distribusi. Jadi tidak hanya bergantung pada pasokan harian,” katanya.
Selain itu, keberadaan fasilitas ini juga membuka peluang pengadaan dari berbagai daerah, sehingga tidak bergantung pada satu sumber pasokan saja.
“Kalau komoditas bisa ditampung dengan baik, kita bisa ambil dari berbagai sumber. Jadi tidak tergantung satu wilayah,” tegasnya. ***
