Hujan mengguyur kota Balikpapan, Senin 7 September 2026
Balikpapan

Cuaca Kaltim 23 Juni 2026: BMKG Warning Hujan Lebat dan Petir

  • BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 22–24 Juni 2026. 

Dalam pembaruan terbaru, BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang sesaat pada Selasa, 23 Juni 2026. 

Informasi yang diperbarui pada Senin (22/6/2026) pukul 10.04 WITA tersebut menyebutkan potensi cuaca ekstrem hanya terdeteksi pada 23 Juni 2026.

Sementara pada 22 Juni dan 24 Juni 2026, BMKG tidak mencatat adanya wilayah di Kalimantan Timur yang masuk kategori peringatan dini cuaca ekstrem. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/bmkg-aktivitas-gempa-kalimantan-naik-tiga-kali-lipat-sejak-2021

Wilayah Kaltim yang Berpotensi Hujan Lebat

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi:

Kabupaten Kutai Barat
• Kecamatan Linggang Bigung
• Kecamatan Long Iram
• Kecamatan Nyuatan

Kabupaten Mahakam Ulu
• Kecamatan Long Pahangai
BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah tersebut untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu genangan, pohon tumbang, jarak pandang berkurang, hingga gangguan aktivitas transportasi dan masyarakat. 

BMKG Minta Warga Tetap Waspada

Meski sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprakirakan berada dalam kondisi cuaca relatif aman, BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca terkini karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun daerah dengan tutupan hutan yang lebat, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah, pelaku transportasi, petani, nelayan, serta masyarakat umum untuk terus mengikuti informasi resmi yang diterbitkan BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca buruk. ***