Daging Mahal, Warga Tetap Borong untuk Hidangan Lebaran
Balikpapan

Daging Mahal, Warga Tetap Borong untuk Hidangan Lebaran

  • Kenaikan harga daging sapi ini tidak hanya dipicu oleh tingginya permintaan, tetapi juga keterbatasan pasokan di tingkat distributor
Balikpapan
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, geliat transaksi di pasar tradisional Kota Balikpapan kian meningkat. 

Lonjakan harga daging sapi tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran, bahkan justru mendorong peningkatan pembelian.

Pantauan di Pasar Pandansari menunjukkan harga daging sapi naik dari Rp150.000 per kilogram menjadi Rp170.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu pedagang, Nadine, mengatakan kenaikan harga sebesar Rp20.000 per kilogram tersebut sudah terjadi sejak empat hari terakhir.

Meski demikian, kondisi ini tidak berdampak pada penurunan minat beli masyarakat.

“Penjualan justru naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Pembeli tetap ramai, bahkan banyak yang membeli dalam jumlah lebih banyak untuk persiapan Lebaran,” ungkap Udin, Kamis (19/3/2026).

Menurut dia, kebutuhan akan hidangan khas Lebaran seperti rendang, rawon, dan semur menjadi faktor utama yang menjaga tingginya permintaan. 

BACA JUGA:

Buka Puasa Berhadiah Umrah, Novotel Ibis Balikpapan Umumkan Pemenang - ibukotakini.com

Warga rela mengeluarkan biaya lebih demi menyajikan makanan terbaik saat hari raya.

Kenaikan harga daging sapi ini tidak hanya dipicu oleh tingginya permintaan, tetapi juga keterbatasan pasokan di tingkat distributor. Berkurangnya stok membuat harga modal yang diterima pedagang ikut meningkat.

“Kami menyesuaikan harga karena dari distributor juga sudah naik. Pasokan memang mulai terbatas,” kata Udin.

Meski dihadapkan pada harga modal yang lebih tinggi, para pedagang tetap merasakan dampak positif dari sisi omzet. Lonjakan pembelian yang dilakukan warga menjelang Lebaran menjadi pendorong utama peningkatan pendapatan.

Di sisi lain, masyarakat mulai menerapkan strategi belanja lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan harga yang diperkirakan terus berlanjut hingga mendekati hari raya. Tidak sedikit warga yang membeli daging lebih cepat untuk kemudian disimpan di dalam freezer.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi lonjakan harga yang diprediksi bisa menembus Rp180.000 hingga Rp200.000 per kilogram pada puncak arus mudik. ***