Dampak IKN, Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen
Kabar Ibu Kota

Dampak IKN, Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen

  • Memasuki pembangunan IKN Tahap II, Otorita IKN memperkirakan kontribusi ekonomi akan semakin meningkat
Kabar Ibu Kota
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian daerah. 

Kajian terbaru Otorita IKN mengungkapkan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen selama pembangunan Tahap I periode 2022-2024, menjadikannya wilayah dengan laju pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Timur.

Tak hanya PPU, Provinsi Kalimantan Timur juga menikmati efek positif pembangunan IKN dengan pertumbuhan ekonomi 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan, menegaskan posisi wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Temuan tersebut dipaparkan Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, dalam Seminar Jumat Belajar bertajuk "Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!" yang digelar pada Jumat (26/6/2026).

Mia menyatakan, keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur maupun gedung pemerintahan, melainkan dari kemampuan proyek strategis nasional tersebut menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat," terang Mia.

BACA JUGA:

Tahu Sumedang, Lab UM dan IKN - ibukotakini.com

Menurutnya, pembangunan Nusantara harus mampu menjadi katalis transformasi ekonomi, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat aktivitas usaha di kawasan penyangga.

“Kajian Otorita IKN menunjukkan lonjakan pertumbuhan ekonomi di Penajam Paser Utara didorong oleh meningkatnya belanja pemerintah dan derasnya arus investasi selama pembangunan Tahap I,” imbuhnya.

Sektor konstruksi menjadi motor utama pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), seiring percepatan pembangunan kawasan inti IKN. Aktivitas tersebut memicu pertumbuhan berbagai sektor ekonomi lainnya yang saling terhubung.

Selain konstruksi, kebutuhan logistik, perdagangan, transportasi, akomodasi, hingga penyediaan barang dan jasa turut mengalami peningkatan signifikan sebagai efek berganda (multiplier effect) pembangunan Nusantara.

Ia mengatakan kajian tersebut juga memperlihatkan bahwa manfaat ekonomi pembangunan IKN tidak hanya dirasakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Aktivitas pembangunan mulai membangun keterkaitan ekonomi dengan berbagai daerah penyangga di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, Samarinda, dan wilayah lain yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok pembangunan.

BACA JUGA:

Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Dikebut Jadi Geopark Nasional - ibukotakini.com

“Meningkatnya permintaan terhadap material konstruksi, jasa logistik, transportasi, perhotelan, perdagangan, hingga sektor pendukung lainnya menjadi bukti bahwa pembangunan IKN mulai menggerakkan ekonomi regional secara lebih luas,” tandasnya.

Memasuki pembangunan IKN Tahap II, Otorita IKN memperkirakan kontribusi ekonomi akan semakin meningkat.

Tambahan PDRB diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Provinsi Kalimantan Timur. 

Efek positif tersebut diharapkan berlangsung secara berkelanjutan seiring bertambahnya investasi, aktivitas ekonomi, dan pembangunan kawasan.

Proyeksi ini dinilai strategis di tengah tantangan geopolitik global serta kebutuhan Kalimantan Timur untuk mempercepat transformasi ekonomi dari ketergantungan terhadap sektor ekstraktif menuju sektor industri, jasa, dan ekonomi bernilai tambah.***