Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dalam dalam Rapat Paripurna ke-23

DPRD Kabupaten Kutim dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Pemerintah

Daerah terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban

Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Kutai Timur

Dana Transfer Pusat Seret, PAD Kutai Timur 2025 Meroket 124 Persen

  • PAD Kutim Rp550 Miliar
Kutai Timur
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tampil sebagai juru selamat fiskal pada tahun anggaran 2025. 

Di saat realisasi pendapatan daerah secara keseluruhan belum mencapai target akibat seretnya dana transfer pusat, performa PAD Kutim justru meroket hingga 124,88 persen.

Capaian positif tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna ke-23 DPRD Kabupaten Kutim, Selasa (30/6/2026). 

Agenda sidang paripurna ini mendengarkan penyampaian Nota Penjelasan Pemerintah Daerah terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Kutim.

BACA JUGA:

Mulai PAD hingga Kemacetan, Ini Evaluasi DPRD untuk Pemkot Balikpapan - ibukotakini.com

Kontras Angka APBD Kutim 2025: Pusat Seret, Daerah Melesat

Dalam nota penjelasannya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman memaparkan bahwa total realisasi pendapatan daerah Kutim tahun anggaran 2025 mencapai Rp 8,55 triliun. 

Angka ini baru menyentuh 86,49 persen dari target yang dipatok sebesar Rp 9,89 triliun.

Usai rapat, Bupati blak-blakan mengenai penyebab tidak tercapainya target total pendapatan tersebut. Faktor utamanya adalah macetnya komitmen penyaluran dana dari pemerintah pusat.

"Tahun 2025 lalu tadi kan didengar bahwa APBD kita itu masuk di angka Rp 9,8 triliun. Tapi ternyata pendapatannya terealisasi hanya Rp 8,5 triliun lebih. Pertanyaannya kenapa begitu? Karena ada transfer kita yang tidak dilakukan oleh pemerintah pusat. Itu salah satu penyebabnya," ujar Ardiansyah.

BACA JUGA:

RKAB Dipangkas 50 Persen, Begini Cara Bupati Ardiansyah Antisipasi PHK - ibukotakini.com

Berdasarkan data yang dihimpun, komponen pendapatan transfer yang selama ini menjadi tulang punggung APBD Kutim memang hanya terealisasi sebesar Rp 7,92 triliun, atau 84,56 persen dari target awal yang ambisius sebesar Rp 9,37 triliun.

Sinyal Positif Fiskal Kutai Timur

Namun, performa minor dari pusat tersebut mampu ditutupi oleh kinerja impresif sektor lokal. Pemerintah Kabupaten Kutim sukses membukukan PAD sebesar Rp 550,92 miliar. Angka ini melompat jauh dari target yang ditetapkan, yaitu Rp 441,15 milar.

Menurut Bupati, lonjakan PAD ini dipicu oleh optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi di sektor riil daerah.

"Kondisi tersebut terjadi karena adanya realisasi yang melampaui target pada komponen pendapatan pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah," tegasnya di hadapan sidang paripurna DPRD Kutim.

BACA JUGA:

APBD Balikpapan 2025 Catat Pendapatan Rp4,13 Triliun, SiLPA Capai Rp479 Miliar - ibukotakini.com

Selain PAD, komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah juga mencatatkan rapor hijau dengan realisasi Rp 79,31 miliar atau 101,48 persen dari target Rp 78,15 miliar.

Pembangunan dan Pelayanan Publik Dipastikan Aman

Meski postur anggaran tidak berjalan sesuai perencanaan awal akibat dinamika dana transfer, Bupati menjamin roda pemerintahan tidak akan pincang. Ia menegaskan komitmen pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

"Laporan ini menyajikan informasi mengenai pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 sebagai bahan evaluasi terhadap capaian pembangunan daerah, sekaligus menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan," pungkasnya.***