
Danantara Bidik Lahan 80 Ha di Makkah untuk Kampung Haji Indonesia
- Kawasan 80 hektare ini diproyeksikan dapat menampung 200 ribu jamaah Indonesia
Tren
IBUKOTAKINI.COM - Lembaga pengelola investasi negara, Danantara, sedang memasuki tahap akhir proses penawaran untuk memperoleh lahan seluas 80 hektare di Makkah, Arab Saudi. Kawasan ini, yang luasnya hampir dua kali lipat dari Kawasan Niaga Terpadu SCBD Jakarta, akan dikembangkan menjadi proyek ambisius bertema “Kampung Haji Indonesia” sebuah kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah jemaah, tetapi juga pusat layanan dan aktivitas komersial bernilai tinggi.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa timnya kini berada di Arab Saudi untuk mengikuti seluruh tahapan lelang yang berlangsung ketat. Pengumuman pemenang diperkirakan keluar pada Desember 2025.
“Kita sudah masuk bidding, ada hampir lebih 90 bidder rupanya yang masuk untuk tanah yang kita inginkan,” ungkapa Pandu dilansir dari TrenAsia.id pada Jumat (21/11/2025).
Proyek Kampung Haji Indonesia dirancang sebagai kawasan multifungsi yang memadukan hotel, pusat kesehatan, area kuliner khas Indonesia, fasilitas publik, serta ruang komunitas. Pandu menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya tentang layanan haji, tetapi juga tentang menunjukkan kualitas dan kapasitas Indonesia di skala global.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, memastikan bahwa pembiayaan awal pembelian lahan akan ditanggung sepenuhnya oleh Danantara. Setelah perizinan rampung, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan dilibatkan untuk tahap konstruksi.
BACA JUGA:
Industri Baru Berkembang, Balikpapan Kian Dilirik Investor - ibukotakini.com
“Kita pastikan dana ini terjaga dan bisa berputar, sambil menyediakan kenyamanan jemaah haji dan umrah melalui fasilitas yang layak dan berkualitas,” imbuhnya.
Danantara memiliki kekuatan finansial signifikan. Selain dukungan investasi berskala US$10 miliar dari ACWA Power untuk proyek energi bersih, lembaga ini merujuk riset INDEF berpotensi mengelola aset hingga US$900 miliar. Angka ini menempatkan Danantara pada posisi strategis sebagai master developer sekaligus master asset manager proyek Kampung Haji.
Dalam struktur tersebut, Danantara mengendalikan arus kas dan margin keuntungan, sementara BPKH berfokus pada tata kelola investasi syariah dan penyediaan fasilitas ramah jemaah.
Kawasan 80 hektare ini diproyeksikan dapat menampung 200 ribu jamaah Indonesia. Rosan menjelaskan bahwa pembelian properti asing di Arab Saudi merupakan skema baru dengan tahapan teknis yang ketat, sehingga kehati-hatian dalam pemenuhan dokumen legal menjadi krusial.
Proyek ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan jangka panjang dari sewa properti, pengelolaan fasilitas, akomodasi, perhotelan, hingga aktivitas komersial. Meski detail margin keuntungan belum diungkap, Danantara menargetkan pendapatan berkelanjutan dan perputaran modal yang efisien. ***
