
Dapur Kue Kering di Balikpapan Sibuk Jelang Lebaran, Pesanan Membludak
- Pesanan tidak hanya datang dari pembeli yang datang langsung ke toko, tetapi juga melalui pemesanan sebelumnya alias stiker P.O
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Aroma mentega dan kue yang baru matang tercium kuat dari dapur rumah produksi Endhifa Bakery di kawasan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah.
Di ruangan itu, sejumlah karyawan terlihat sibuk sejak pagi, ada yang mengaduk adonan, memasukkan loyang ke oven, hingga menata kue kering ke dalam toples.
Aktivitas di dapur kecil tersebut semakin padat menjelang Hari Raya Idulfitri menyusul permintaan kue kering di Kota Balikpapan mulai meningkat sekitar sepuluh hari menjelang Lebaran.
Banyak warga yang mulai berburu hidangan khas hari raya untuk disajikan kepada tamu maupun keluarga.
Pemilik Endhifa Bakery, Eni Purwati, mengatakan peningkatan pesanan mulai terasa bahkan sejak awal Ramadan. Namun lonjakan permintaan biasanya terjadi pada pekan terakhir sebelum Idulfitri.
“Kalau sudah mendekati Lebaran, pembeli hampir setiap hari datang. Kadang ada juga yang tidak kebagian karena stok cepat habis,” katanya pada Selasa 10 Maret 2026.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, dapur produksi Endhifa Bakery kini melibatkan sembilan karyawan yang bekerja menyiapkan berbagai jenis kue kering khas Lebaran.
BACA JUGA:
Hampers Lebaran Mulai Diburu, Harga di Balikpapan Capai Rp3 Juta - ibukotakini.com
Kue itu mulai dari nastar, kastengel, kue salju hingga stik coklat.
"Nastar dan stik colkat yang menjadi salah satu varian favorit pembeli," imbuhnya.
Setelah keluar dari oven, kue-kue tersebut dibiarkan dingin sebelum disusun rapi di rak etalase.
Sebagian langsung dikemas dalam toples, sementara lainnya menunggu pelanggan yang datang mengambil pesanan.
Eni menargetkan produksi minimal sekitar 5.000 toples kue kering selama musim Lebaran tahun ini. Target itu mengacu pada capaian tahun sebelumnya yang bahkan sempat menembus lebih dari 7.000 toples.
Menurutnya, pesanan tidak hanya datang dari pembeli yang datang langsung ke toko, tetapi juga melalui pemesanan sebelumnya alias stiker P.O.
"Banyak pelanggan memilih memesan lebih awal agar tidak kehabisan saat mendekati hari raya," akunya.
BACA JUGA:
BAZNAS Balikpapan Salurkan Insentif Ramadan untuk Hafidz - ibukotakini.com
Selain dijual per toples, Endhifa Bakery juga menyediakan paket kue kering berisi tiga varian sekaligus.
Paket tersebut dibanderol dengan harga bervariasi, mulai sekitar Rp150 ribu untuk tiga toples hingga paket lebih besar seharga Rp250 ribu.
“Biasanya pembeli memilih paket karena lebih praktis. Dalam satu paket sudah ada beberapa jenis kue, jadi tidak perlu memilih satu-satu,” katanya.
Dengan meningkatnya permintaan menjelang hari raya, Eni berharap usaha rumahan ini penjualan tahun ini bisa melampaui capaian tahun sebelumnya.
Selain menjaga produksi tetap berjalan, aktivitas di dapur kecil itu juga memberi tambahan penghasilan bagi para karyawan yang ikut terlibat membuat kue-kue Lebaran.
"Dulu kami mencetus cuman berduaan sama suami, tapi mulai dari zaman covid 19 hingga sekarang sudah ada karyawan dan semua tinggal di mes," pungkasnya. ***
