
DBH Turun Drastis, DPRD Balikpapan Buka Ulang Pembahasan APBD 2026
- Pendapatan daerah yang semula direncanakan Rp3,8 triliun turun menjadi Rp2,95 triliun
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun 2026 kembali dibuka setelah sebelumnya dinyatakan rampung tiga bulan lalu.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al-Qadri, mengungkapkan bahwa revisi ini dilakukan menyusul surat resmi dari Kementerian Keuangan yang menginformasikan adanya pemotongan signifikan pada Dana Bagi Hasil (DBH).
Menurut Alwi, penurunan DBH ini bukan hanya dialami Balikpapan atau Kalimantan Timur, tetapi terjadi secara nasional. Karena itu, DPRD perlu menyampaikan kondisi tersebut melalui rapat paripurna sebelum melanjutkan pembahasan anggaran.
“Pendapatan daerah yang semula direncanakan Rp3,8 triliun turun menjadi Rp2,95 triliun. Penurunan terbesar berasal dari DBH pusat, sekitar lebih dari Rp1 triliun, ditambah pengurangan alokasi DBH dari provinsi,” jelasnya, usai Rapat Paripurna Penyampaian RAPBD 2026 oleh Wali Kota Balikpapan di Grand Senyiur, pada Selasa (18/11/2025).
Alwi mengakui bahwa kondisi ini memberi tekanan besar bagi DPRD maupun Pemerintah Kota Balikpapan. Sejumlah program prioritas kemungkinan harus mengalami penyesuaian untuk menyesuaikan kemampuan fiskal yang menurun.
BACA JUGA:
APBD Balikpapan 2026 Disesuaikan, Pendapatan Turun Rp1 Triliun - ibukotakini.com
“Kami juga pusing dalam hal ini karena beberapa program prioritas ada yang harus dikurangi. Tapi tidak sampai dihilangkan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa meski terjadi pemangkasan pendapatan, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga agar program yang menyentuh kebutuhan publik tidak terdampak secara drastis.
DPRD akan segera menggelar pembahasan ulang APBD 2026 bersama Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Insya Allah besok kami bersama tim Banggar dan tim TAPD akan membahas ulang APBD 2026,” ujar Alwi. (ADV/DPRD Balikpapan)
