
Balikpapan Incar Sumber Air Baru demi Tutup Defisit Pasokan
- Kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat, sementara kapasitas produksi yang tersedia belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan tersebut.
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat, sementara kapasitas produksi yang tersedia belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan tersebut. Selisih antara keduanya mulai terlihat lebar dan menjadi pekerjaan rumah besar dalam penyediaan air bagi kota ini.
Saat ini, produksi air berada di kisaran 1.400 hingga 1.600 liter per detik. Di sisi lain, kebutuhan diperkirakan dapat menembus angka 3.700 liter per detik dalam beberapa tahun ke depan.
Direktur Operasional Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB Balikpapan) Ali Rahman mengatakan bahwa kondisi ini tidak terlepas dari karakteristik wilayah Balikpapan yang memang memiliki keterbatasan sumber air alami.
"Kita tidak punya sungai besar. Selama ini, kita sangat bergantung pada air hujan yang ditampung di waduk," paparnya saat diskusi bertema "Pengolahan Air Laut Menjadi Air Tawar" dalam kegiatan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin Balikpapan, belum lama ini.
BACA JUGA:
Ketahanan Sistem Air Bersih di Balikpapan Harus Dibenahi- Ibukotakini.com
Dua waduk utama, yakni Manggar dan Teritip, masih menjadi tulang punggung pasokan air. Namun, ketersediaannya sangat dipengaruhi oleh musim. Saat curah hujan menurun, cadangan air ikut tertekan.
Situasi ini masih terasa dampaknya di lapangan. Gangguan distribusi sesekali terjadi, dan tidak sedikit warga yang memilih menyimpan air di tandon sebagai langkah antisipasi.
Di sisi lain, pembenahan jaringan distribusi masih terus dilakukan. Tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) disebut masih berada di angka sekitar 29 persen.
"Percuma kalau produksi ditambah, tetapi di perjalanan banyak yang hilang. Oleh karena itu, perbaikan pipa tetap menjadi fokus," ucap Ali.
Untuk menutup selisih kebutuhan, sejumlah sumber baru mulai disiapkan, di antaranya Embung Aji Raden dengan tambahan kapasitas sekitar 200 liter per detik serta suplai dari Sepaku Semoi yang diperkirakan dapat mencapai 1.000 liter per detik.
BACA JUGA:
Jumlah Pelaku Usaha di Kaltim Turun. - Ibukotakini.com
Selain itu, terdapat rencana mengambil pasokan dari Sungai Mahakam melalui skema regional, termasuk kerja sama dengan pihak swasta yang diproyeksikan menambah kapasitas dalam jumlah yang hampir setara.
Meski demikian, proyek-proyek tersebut tidak dapat langsung berjalan. Realisasinya diperkirakan baru terlihat dalam beberapa tahun ke depan, yakni sekitar 2029 hingga 2030.
Ali menegaskan bahwa ke depan Balikpapan tidak bisa lagi bergantung pada satu sumber saja.
"Harus kombinasi. Kalau hanya mengandalkan satu sumber, risikonya besar," tegasnya.
Sementara itu, opsi pengolahan air laut masih ditempatkan sebagai langkah lanjutan. Fokus saat ini tetap pada upaya memaksimalkan sumber yang sudah ada dan memperbaiki sistem yang sedang berjalan.
Dengan kondisi seperti ini, persoalan air di Balikpapan bukan sekadar soal menambah pasokan, melainkan juga memastikan air yang sudah tersedia tidak banyak hilang di jaringan distribusi.
