Muhaimin
Balikpapan

Dekranas 2025 Siap Jadi Panggung Nasional Kerajinan

  • Pemkot Balikpapan mendorong pelaku UMKM lokal untuk ikut ambil bagian dalam pameran
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Antusiasme tinggi dari pelaku kerajinan di seluruh Indonesia menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang bakal digelar di Balikpapan pada 9–11 Juli 2025.

Hingga awal Juli ini, sebanyak 161 dari total 170 stan pameran sudah resmi terisi oleh peserta dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

“Sudah 161 stan terisi dari 170 yang kami sediakan. Sebagian besar berasal dari 38 provinsi dan 118 kabupaten/kota. Ini bukti bahwa semangat kolaborasi antardaerah sangat kuat,” ungkap Ketua Panitia HUT Dekranas 2025, Muhaimin, Sabtu 5 Juli 2025.

Muhaimin menjelaskan bahwa gelaran Dekranas tahun ini bukan sekadar ajang jualan kerajinan tangan, tetapi juga merupakan forum nasional tempat para perajin, pelaku UMKM, dan pemangku kebijakan bisa saling bertukar gagasan dan memperkuat jejaring.

“Pameran ini memang jadi pusat perhatian, tapi kami juga siapkan ruang-ruang interaktif seperti talkshow bersama desainer nasional dan panggung kreatif. Ini akan jadi momen bertukar cerita, inovasi, dan inspirasi,” ujarnya.

Muhaimin mengatakan bahwa selain dukungan dari peserta daerah, panitia juga mendapat dukungan penuh dari tiga kementerian yang akan ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara. Hal ini menunjukkan bahwa sektor kriya kini mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:

Tiga Ribu Orang Bakal Padati Balikpapan di HUT ke-45 Dekranas - ibukotakini.com

“Dengan hadirnya kementerian, kita harap ada banyak kebijakan yang bisa lahir dari pertemuan-pertemuan di forum ini, baik untuk perajin maupun pelaku ekonomi kreatif di daerah,” katanya.

Balikpapan, menurut Muhaimin, bukan hanya tempat pelaksanaan, tetapi juga menjadi wajah dari semangat baru ekonomi kreatif Indonesia. Kota ini dipilih karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan semangat pelibatan pelaku usaha kecil.

“Balikpapan punya potensi besar, tidak hanya dari sektor migas, tapi juga dari pelaku UMKM dan budaya lokal. Ini saat yang tepat untuk mengangkat wajah baru Balikpapan sebagai kota kreatif,” katanya.

Sementara itu, dari sisi teknis, panitia tengah memfinalisasi kebutuhan peserta dan pengaturan area pameran di BSCC Dome. Sejumlah stan bahkan sudah mulai dihias dan ditata, menyesuaikan karakter masing-masing daerah.

Muhaimin berharap, seluruh rangkaian acara Dekranas 2025 di Balikpapan bukan hanya meriah, tetapi juga meninggalkan dampak yang mendalam bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

“Yang paling kami harapkan adalah terjadinya transfer pengetahuan, munculnya kolaborasi antardaerah, dan yang tak kalah penting: semangat baru bagi perajin Indonesia untuk bangkit bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas Indri Raka Prabowo mengatakan, sejak berdiri pada tahun 1980, Dekranas selalu berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:

Pengurus Dekranasda Kota Balikpapan Dilantik, Diminta Perkuat Perajin Lokal - ibukotakini.com

“Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ekonomi kreatif termasuk sektor kriya dijadikan sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi kerakyatan. Maka ke depan, perajin lokal harus jadi subjek utama dalam pembangunan,” ujar Indri.

Ia menilai partisipasi aktif daerah, seperti yang dilakukan Balikpapan, menjadi langkah penting dalam memajukan sektor ini secara nasional.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyambut hangat penyelenggaraan HUT Dekranas di kotanya. Ia menyebut ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga peluang besar untuk menggerakkan ekonomi lokal secara nyata.

“Kalau satu kepala daerah datang bawa rombongan 20 orang saja, itu sudah ribuan tamu. Belum termasuk dari kementerian dan lembaga lainnya. Bayangkan perputaran uang dan dampak ekonominya,” kata Rahmad.

Ia menyebut sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga jasa lainnya pasti akan ikut terdampak positif. Untuk itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat agar menyambut momen ini dengan maksimal.

“Bukan cuma UMKM yang harus siap, warga juga. Tampilkan keramahan, kebersihan, dan kebanggaan terhadap budaya lokal kita,” pesannya.

Rahmad juga menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan mendorong pelaku UMKM lokal untuk ikut ambil bagian dalam pameran, agar tidak hanya jadi tuan rumah, tetapi juga jadi bagian dari pelaku utama dalam panggung nasional ini.

“Kita jangan hanya menonton. Ini kesempatan untuk tampil, promosi langsung, bahkan mungkin buka peluang kerja sama antar daerah. Harus kita manfaatkan,” tutupnya. ***