
Desa Beringin Agung Samboja Pakai Kotoran Sapi Sebagai Sumber Energi
- Kapasitas Instalasi Capai 17 Meter Kubik
Kutai Kartanegara
IBUKOTAKINI.COM – Di tengah isu kelangkaan energi global akibat eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, pemanfaatan energi alternatif berbasis biogas mulai menunjukkan peran strategis di Kalimantan Timur (Kaltim).
Salah satu contoh sukses hadir di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, yang kini mengandalkan biogas sebagai sumber energi mandiri masyarakat.
Program biogas tersebut dikelola Kelompok Tani Agro Lestari dengan kapasitas instalasi mencapai 17 meter kubik.
Fasilitas ini mampu menampung hingga 20 gerobak kotoran sapi yang kemudian diolah menjadi energi biogas, pupuk cair, dan pupuk kandang bernilai ekonomis.
BACA JUGA:
Kaltim Dinilai Siap Jadi Prototipe Transisi Energi Nasional - ibukotakini.com
Ketua Kelompok Tani Agro Lestari, Zazuli, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, tetapi juga meningkatkan nilai tambah limbah peternakan.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat. Limbah kotoran sapi yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini bisa menjadi energi sekaligus pupuk yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Biogas untuk Kompor, Penerangan, hingga Distribusi ke Warga
Biogas yang dihasilkan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari bahan bakar kompor, penanak nasi, hingga penerangan lampu.
BACA JUGA:
Jadi Alternatif Sumber Energi Listrik, Pemprov Lirik Limbah Sawit - ibukotakini.com
Bahkan, energi tersebut dapat didistribusikan kepada warga sekitar menggunakan kantong biogas, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.
Model distribusi ini menjadi salah satu inovasi energi terbarukan berbasis komunitas yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendorong percepatan transisi menuju energi baru terbarukan.
BACA JUGA:
RUPTL 2025–2034: Buka 1,7 Juta Lapangan Kerja, 91% Green Jobs - ibukotakini.com
“Program ini bagian dari komitmen Pemprov Kaltim dalam pengembangan energi baru terbarukan. Kami berharap fasilitas yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dikelola secara berkelanjutan,” kata Bambang Arwanto dalam pernyataan Selasa, 14 April 2026.
Menurutnya, pengelolaan yang konsisten dan profesional sangat penting agar program biogas tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian energi desa.
Potensi Pengembangan Biogas di Kaltim
Dengan potensi peternakan yang cukup besar, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang luas untuk mengembangkan energi biogas sebagai solusi ketahanan energi daerah.
Selain mengurangi ketergantungan pada energi fosil, program ini juga berkontribusi pada pengurangan limbah dan emisi gas rumah kaca.
Keberhasilan Desa Beringin Agung menjadi bukti bahwa energi terbarukan berbasis desa dapat menjadi solusi nyata menghadapi tantangan energi global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***
