Deteksi Dini, Ratusan Pekerja KPB Ikuti Edukasi HIV dan TB
Balikpapan

Deteksi Dini, Ratusan Pekerja KPB Ikuti Edukasi HIV dan TB

  • Isu HIV dan TB dinilai masih menjadi tantangan, tidak hanya di lingkungan kerja tetapi juga di masyarakat luas
Balikpapan
Bambang Susilo

Bambang Susilo

Author

IBUKOTAKINI.COM - Upaya menghapus stigma penyakit menular di lingkungan kerja terus diperkuat. PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menggelar seminar kesehatan bertema “Bersama Melawan HIV & TB: Edukasi, Pencegahan, dan Dukungan di Lingkungan Kerja” di Eks Bioskop Banua Patra.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program kesehatan perusahaan ini diikuti 128 pekerja dan difokuskan pada peningkatan pemahaman, kepedulian, serta pentingnya deteksi dini terhadap HIV dan Tuberkulosis.

Isu HIV dan TB dinilai masih menjadi tantangan, tidak hanya di lingkungan kerja tetapi juga di masyarakat luas. Stigma dan rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi hambatan utama dalam penanganan kedua penyakit tersebut.

Vice President Legal & Relation KPB, Asep Sulaeman, menekankan pentingnya edukasi sebagai langkah awal membangun lingkungan yang lebih inklusif.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/peduli-kesehatan-pekerja-kpb-balikpapan-gencar-donor-darah

“Dengan pemahaman yang tepat, stigma dapat dikurangi dan kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Kepedulian kecil bisa berdampak besar dalam menjaga sesama,” ucapnya.

Seminar menghadirkan narasumber dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, yakni dr. Rudy Mokodompit dan dr. Awaluddin Andy Mulyadi. Materi yang disampaikan mencakup pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan HIV dan TB.

Kegiatan juga dilengkapi sesi diskusi interaktif serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Tiga peserta dengan hasil terbaik mendapatkan apresiasi dari panitia.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/pertamina-ajak-gaya-hidup-sehat-dan-kelola-sampah

Salah satu peserta, Achmad, menilai kegiatan ini memberi perspektif baru terkait pentingnya empati dalam isu kesehatan.

“Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga kepedulian. Dengan pemahaman yang benar, kita bisa saling mendukung dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” katanya.

Apresiasi juga datang dari perwakilan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia, Yogi. Ia menilai langkah KPB sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan kerja.

“Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan memberi dampak positif, tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga masyarakat,” ujarnya.***