
Dinas Perikanan Kutai Barat Salurkan 12 Chest Freezer untuk Poklahsar
- Tingkatkan Produksi dan Kualitas Olahan Ikan
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat menyalurkan 12 unit chest freezer kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar), Kamis (23/7/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk memperkuat kapasitas penyimpanan bahan baku, menjaga kualitas hasil perikanan, sekaligus meningkatkan produksi usaha pengolahan ikan di Kutai Barat.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan nilai pengadaan mencapai Rp66.204.000.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, Jakaria, mengatakan keberadaan chest freezer diharapkan mampu membantu pelaku usaha mengatasi kendala keterbatasan bahan baku, terutama saat pasokan ikan di pasaran menurun.
BACA JUGA:
Pasokan Ikan Lokal Kaltim Dipastikan Cukupi Kebutuhan Program MBG - ibukotakini.com
"Pemberian chest freezer ini bertujuan meningkatkan produksi olahan pelaku usaha perikanan, terutama untuk menyimpan bahan baku agar mampu bertahan lebih lama. Peralatan ini juga dapat mengatasi keterbatasan pasokan bahan baku saat ikan tidak tersedia di pasar," ujar Jakaria dalam pernyataan resmi.
Kapasitas Penyimpanan Lebih Besar, Produksi Lebih Optimal
Sebanyak 12 unit chest freezer yang disalurkan memiliki kapasitas 280 hingga 300 liter dengan sistem pendingin non-Freon dan menggunakan tegangan AC 220 volt. Peralatan ini dirancang untuk menyimpan ikan segar maupun bahan baku produk olahan dalam jumlah lebih besar sehingga kualitasnya tetap terjaga.
Dengan fasilitas rantai dingin tersebut, pelaku usaha tidak lagi bergantung pada penyimpanan menggunakan batu es yang dinilai memiliki keterbatasan dalam menjaga mutu ikan jika disimpan dalam waktu lama.
BACA JUGA:
Ekspor Udang Kaltim ke China Tembus 56 Ton - ibukotakini.com
Penyimpanan pada suhu rendah juga membantu mempertahankan kesegaran, cita rasa, dan kandungan gizi ikan sekaligus menekan risiko kerusakan bahan baku yang dapat menyebabkan kerugian usaha.
Enam Poklahsar Jadi Penerima Bantuan
Bantuan chest freezer diberikan kepada enam kelompok pengolah hasil perikanan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kutai Barat, yaitu:
- Kelompok Empida Janda, Kecamatan Melak: 2 unit.
- Kelompok Mekar Sari, Kecamatan Melak: 1 unit.
- Kelompok Kadijah, Kecamatan Melak: 1 unit.
- Kelompok Family, Kecamatan Muara Pahu: 1 unit.
- Kelompok Lestari, Kecamatan Muara Pahu: 1 unit.
- Kelompok Renyah Bersama, Pulau Lanting: 6 unit.
Pelaku Usaha Sambut Positif Bantuan
Ketua Kelompok Empida Janda, Teguh, mengaku bantuan tersebut sangat membantu kelompoknya yang mengolah ikan belida sebagai bahan baku utama.
Menurutnya, ikan belida merupakan komoditas musiman sehingga diperlukan tempat penyimpanan berkapasitas besar agar stok tetap tersedia saat produksi berlangsung.
"Ketika ikan belida tersedia, kami dapat membeli dan menyimpannya dalam jumlah lebih banyak. Stok tersebut dapat digunakan untuk kegiatan produksi pada saat ikan belida sulit ditemukan di pasar," katanya.
BACA JUGA:
Bandara Tanjung Bara Mulai Layani Penerbangan Umum - ibukotakini.com
Hal senada disampaikan salah satu penerima bantuan, Masdariah. Ia menilai keberadaan chest freezer akan menambah kapasitas penyimpanan ikan segar sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga dibandingkan metode penyimpanan menggunakan es batu.
Dengan bahan baku yang dapat disimpan lebih lama, proses produksi menjadi lebih terencana, risiko kerusakan ikan berkurang, serta peluang pemasaran produk olahan dapat semakin luas.
Dinas Perikanan Lakukan Pengawasan Pemanfaatan Bantuan
Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat memastikan akan melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan seluruh bantuan yang telah disalurkan.
Setiap Poklahsar penerima diwajibkan menyampaikan laporan penggunaan chest freezer sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai tujuan program dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.
BACA JUGA:
Gelar TTG XII Kaltim 2026 Resmi Dibuka di Kutai Barat - ibukotakini.com
Melalui penguatan fasilitas rantai dingin, pemerintah daerah berharap kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Kutai Barat mampu meningkatkan kualitas produk, mengurangi kerugian akibat kerusakan bahan baku, memperluas pemasaran, serta meningkatkan pendapatan anggota kelompok secara berkelanjutan.***
