Alwiati
Balikpapan

Dinkes Balikpapan Pastikan Kondisi Siswi Stabil Usai Dugaan Keracunan MBG

  • Pemerintah Kota Balikappan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Awasi Program MBG
Balikpapan
Muhammad

Muhammad

Author

IBUKOTAKINI.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan memastikan kondisi seorang siswi sekolah menengah yang sempat diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah stabil. 

"Siswi tersebut diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Balikpapan Baru kemarin," jelas Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati, Jumat 26 September 2025.

Diketahui, kasus ini mencuat setelah beredar sebuah video berdurasi sekitar 25 detik di media sosial yang memperlihatkan siswi itu dalam kondisi lemas di kursi tengah mobil. 

Perekam video menyebutkan gejala dialami korban setelah menyantap menu MBG di sekolahnya.

Alwiati, menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan medis, pasien hanya mengalami mual ringan. 

“Pasien sudah diperiksa di rumah sakit dan diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik,” tuturnya.

BACA JUGA:

25.661 Siswa di Balikpapan Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis - ibukotakini.com

Meski demikian, Dinkes tetap mengambil langkah antisipasi dengan mengirim sampel makanan yang dikonsumsi korban ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda.

"Nantinya akan dilakukan uji laboratorium," ungkapnya.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar kesimpulan resmi terkait dugaan keracunan.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Jadi belum bisa disimpulkan lebih jauh apakah ada kaitannya dengan makanan MBG atau tidak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah kota melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus mengawasi jalannya program MBG. 

Pihak penyedia makanan diingatkan agar memperhatikan kualitas bahan, kebersihan proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

“Kami mengimbau semua pihak lebih berhati-hati agar makanan yang diberikan benar-benar aman dikonsumsi siswa. Keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama,” tegas Alwiati. ***