Kota Balikpapan saat difoto pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Dinkes Kaltim ungkap kenaikan kasus ISPA.
Kabar Ibu Kota

Dinkes Kaltim Catat Kasus ISPA Naik 20 Persen, Balikpapan Terbanyak

  • 66.468 Kasus ISPA Ditemukan di Balikpapan
Kabar Ibu Kota
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan hingga 20 persen di sejumlah kabupaten/kota selama musim kemarau.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, peningkatan kasus ISPA terjadi seiring kondisi cuaca yang semakin kering dan berangin. Kondisi tersebut membuat debu lebih mudah beterbangan sehingga berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

“Paparan debu perlu diantisipasi, terutama oleh anak-anak dan kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan. Langkah sederhana seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar dapat membantu mengurangi risikonya,” kata Jaya Mualimin dalam pernyataan resmi dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.

Balikpapan Catat Kasus ISPA Terbanyak

Berdasarkan data Dinkes Kaltim sejak Januari, Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA terbanyak, yakni mencapai 66.468 kasus.

BACA JUGA:

Panas Ekstrem, Dinkes Balikpapan Imbau Pengendara Gunakan Masker - ibukotakini.com

Selanjutnya, Samarinda mencatat 48.230 kasus, Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 29.153 kasus, dan Kutai Barat (Kubar) sebanyak 7.562 kasus.

Jaya menjelaskan, musim kemarau menyebabkan tingkat kekeringan meningkat. Kondisi ini semakin berisiko ketika disertai angin kencang yang menyebabkan debu lebih mudah tersebar di udara.

Karena itu, Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan selama musim kemarau, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah.

Warga Kaltim Diminta Gunakan Masker

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan untuk mengurangi paparan debu. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah dengan tingkat paparan debu cukup tinggi.

BACA JUGA:

Ujian Warga Balikpapan: Air, Debu dan Listrik - ibukotakini.com

Kelompok anak-anak juga perlu mendapat perhatian karena termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan dan segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan atau gejala gangguan pada saluran pernapasan.

“Dinas Kesehatan bersama jajaran di daerah terus memantau kondisi kesehatan masyarakat dan mendorong langkah pencegahan,” kata Jaya.

Pemprov Kaltim melalui Dinkes terus mendorong langkah preventif untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:

Pompa Air Mulai Dikerahkan Tangani Karhutla Kaltim - ibukotakini.com

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kesehatan dan mengurangi risiko paparan debu agar tetap sehat dan produktif selama musim kemarau.***