Sekretaris Disbudpar Kabupaten PPU, Suparman (tengah)
Penajam

Disbudpar PPU Gelontorkan Bantuan Hibah untuk Penguatan Sanggar Seni dan Ekraf

  • Disbudpar PPU salurkan bantuan hibah Rp600 juta untuk lembaga kebudayaan dan sanggar seni
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan kebudayaan daerah. 

Disbudpar PPU resmi menyalurkan bantuan hibah sarana dan prasarana penunjang bagi lembaga kebudayaan serta sanggar seni di wilayah PPU. 

Penyaluran bantuan hibah Disbudpar PPU ini menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam mendorong penguatan aktivitas kebudayaan dan merangsang pertumbuhan ekonomi kreatif (ekraf) berbasis masyarakat di Bumi Benuo Taka. 

Sekretaris Disbudpar Kabupaten PPU, Suparman, mengungkapkan bahwa bantuan fisik saat ini sudah tiba di kantor dinas dan siap disalurkan. 

"Untuk sementara ini yang sudah datang ada 3 unit fisik. Dua unit perangkat sound system masing-masing diperuntukkan bagi Dewan Kesenian Daerah dan Sanggar Seni Harmoni di Kecamatan Waru. Sementara satu unit lainnya berupa tenda sarnafil yang kita alokasikan untuk memfasilitasi sektor ekonomi kreatif," kata Suparman, pada Kamis (8/10/2026). 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/pertanian-modern-aas-dongkrak-produksi-padi-ppu-capai-9-ton

Suparman menyatakan, penyerahan barang hibah Disbudpar PPU tidak dilakukan secara tergesa-gesa. 

"Dalam penyaluran kami menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjamin akuntabilitas penyaluran bantuan," ucapnya. 

Di mana tim internal Disbudpar PPU terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi fisik secara mendalam serta merampungkan seluruh kelengkapan administrasi hukum. 

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan hibah sanggar seni PPU tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Adapun proses pengadaan hibah ini berawal dari penyerahan proposal resmi oleh lembaga seni, lembaga adat, dan pelaku ekraf lokal yang mengajukan kebutuhan sarana penunjang kegiatan. 

"Proposal tersebut kemudian masuk ke dalam skema pengadaan dinas pada tahun anggaran berjalan," imbuh Suparman. 

Total nilai anggaran yang dikucurkan Pemkab PPU melalui Disbudpar untuk pemenuhan sarana pendukung kebudayaan ini mencapai Rp600 juta. 

"Jika dirata-rata, alokasi anggaran untuk setiap paket item bantuan berkisar pada angka Rp200 juta," tambah Suparman. 

Di tengah kebijakan penyesuaian dan efisiensi anggaran daerah, Disbudpar PPU memastikan bahwa dukungan terhadap kelestarian adat dan perkembangan karya seni lokal tetap menjadi salah satu agenda prioritas. 

Ke depan, Disbudpar PPU akan terus menyisir kebutuhan krusial pegiat seni di lapangan. 

"Kami juga akan mengajukan usulan bantuan serupa kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk ditelaah pada penetapan anggaran mendatang," pungkasnya. (ADV)