
Disdag Balikpapan Tunda Revitalisasi Empat Pasar Akibat Tekanan Fiskal
- TKD Turun Tajam, Pembangunan Pasar Rakyat Balikpapan Tertunda
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Harapan warga untuk melihat wajah baru pasar-pasar tradisional di Balikpapan tampaknya harus tertunda untuk sementara waktu.
Dinas Perdagangan (Disdag) memastikan empat proyek revitalisasi pasar tidak bisa dilanjutkan tahun depan, menyusul pemangkasan besar-besaran Dana Transfer Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Pemotongan TKD-nya sekitar Rp1,05 triliun, dampaknya langsung terasa ke kami, terutama di kegiatan fisik,” kata Kepala Disdag Balikpapan Haemusri Umar, ditemui Rabu 12 November 2025.
Ia menyebut, empat pasar yang gagal direvitalisasi yakni Pasar Impres, Pasar Induk, Pasar Sepinggan, dan Pasar Klandasan.
Semula, keempat proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2026 sebagai bagian dari program peningkatan fasilitas pasar rakyat, namun kondisi fiskal yang menurun membuat seluruh rencana itu terpaksa dihentikan sementara.
“Ya mudah-mudahan 2027 bisa lanjut lagi,” ujar Haemusri.
Ia mengungkapkan, pemangkasan dana pusat berdampak besar pada kemampuan daerah menjalankan program strategis. Kini, Disdag hanya mampu menutup kebutuhan dasar seperti belanja pegawai dan biaya operasional rutin.
BACA JUGA:
Wujudkan Generasi Sehat dan Hebat, Pemkot Balikpapan Gempur Stunting - ibukotakini.com
“Kami fokus bertahan saja dulu, seperti belanja pegawai, listrik, air, sama publikasi. Itu yang bisa kita jaga supaya pelayanan tetap jalan,” jelasnya.
Dari Rp 1,5 miliar itu, Haemusri menyebutkan, sekitar 65 persen anggaran Disdag terdampak pemangkasan.
Meski berat, pihaknya memahami keputusan itu diambil pemerintah pusat karena situasi fiskal nasional juga sedang ketat. Di mana kondisi keuangan negara bisa segera pulih agar dana transfer kembali normal.
“Kalau pendapatan negara meningkat, otomatis dana ke daerah juga naik. Nah, dari situ baru kita bisa lanjutkan lagi pembangunan pasar-pasar yang sempat tertunda,” katanya.
Ia menegaskan, hal itu berlaku untuk tahun depan, artinya untuk tahun ini tetap berjalan. Salah satunya yang tengah dikebut adalah revutalisasi blok D pasar Klandasan.
"Untuk Blok D sekarang sudah mencapai progres sekitar 65 persen dan ditargetkan rampung sebelum 20 Desember 2025.
Bila rampung, Blok D akan melengkapi blok-blok sebelumnya yang lebih dulu direvitalisasi.
"Konsepnya tetap mempertahankan fungsi pasar tradisional dengan deretan pedagang sembako, kelontong, hingga kebutuhan pokok masyarakat," pungkasnya. ***
