
Dishub Balikpapan Siagakan 4 Pos Pantau Ramadan 2026
- Empat pos tersebut berlokasi di Kilometer 13 Karang Joang, Batu Ampar Jalan Pati Mura, Gedung Parkir Klandasan, serta kawasan Jalan MT Haryono
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan lakukan pengawasan lalu lintas selama Ramadan 2026.
Empat Pos Pantau Wahana disiagakan di titik strategis guna mengantisipasi lonjakan mobilitas warga saat menjelang berbuka puasa, salat tarawih, hingga dini hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas selama bulan suci.
“Selama Ramadan kami siagakan empat Pos Pantau Wahana bekerja sama dengan Polresta Balikpapan. Pos ini bukan hanya untuk memantau arus lalu lintas, tetapi juga menjadi tempat pengaduan masyarakat apabila terjadi kecelakaan atau gangguan lainnya,” ungkap Fadli, pada Kamis Selasa (19/2/2026).
Empat pos tersebut berlokasi di Kilometer 13 Karang Joang, Batu Ampar Jalan Pati Mura, Gedung Parkir Klandasan, serta kawasan Jalan MT Haryono.
Seluruh titik dipilih karena merupakan jalur padat kendaraan dan pusat aktivitas masyarakat.
BACA JUGA:
Kemenag Tentukan Zakat Fitrah dan Fidyah, Segini Besarannya - ibukotakini.com
Menurut Fadli, minimal tiga regu personel diterjunkan secara bergantian di setiap pos. Petugas bertugas melakukan pemantauan intensif, pengaturan arus lalu lintas, serta koordinasi dengan Satlantas jika terjadi kepadatan maupun insiden.
“Keberadaan pos ini juga bisa dimanfaatkan rekan-rekan Satlantas untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Jadi pengawasan lebih terpadu,” katanya.
Pembentukan Pos Pantau Wahana, lanjut Fadli, telah melalui rapat koordinasi lintas sektor dan menjadi bagian dari kesiapsiagaan selama Ramadan 2026.
Peningkatan aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, pasar Ramadan, serta ruas jalan utama berpotensi memicu lonjakan volume kendaraan.
Kehadiran personel di lapangan dinilai krusial untuk menekan risiko kemacetan dan kecelakaan. “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat beribadah maupun beraktivitas,” tukasnya. ***
