
Dispora Kaltim Dorong Partisipasi Pemuda Disabilitas
- Satu-satunya Provinsi Miliki Forum Resmi
Kabar Ibu Kota

IBUKOTAKINI.COM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus mendorong keterlibatan pemuda disabilitas dalam berbagai program kepemudaan. Meski telah membuka jalur partisipasi khusus dan menyiapkan fasilitas ramah disabilitas, tingkat keikutsertaan dari kelompok ini masih rendah.
Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Dispora Kaltim, Rusmulyadi, mengungkapkan bahwa Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang telah memiliki Forum Pemuda Disabilitas Indonesia (FPDI) di tingkat provinsi.
Namun, eksistensi kelembagaan ini belum berbanding lurus dengan partisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan Dispora.
"Forum ini sudah kami fasilitasi, dan dalam setiap kegiatan selalu ada jalur khusus. Tapi sejauh ini, kursi partisipasi yang kami sediakan sering kali masih kosong," kata Rusmulyadi, Jumat, 16 Mei 2025.
BACA JUGA:
Dispora Kaltim Perketat SOP Penggunaan Fasilitas Olahraga, Ini Alasannya! - ibukotakini.com
Dispora Kaltim selalu mencantumkan kuota disabilitas dalam undangan kegiatan resmi, mulai dari pelatihan kepemimpinan, kecakapan hidup, hingga kegiatan pelopor dan wirausaha muda.
Bahkan, beberapa kegiatan mewajibkan kehadiran peserta dari kelompok disabilitas sebagai syarat pelaksanaan. Namun, animo organisasi pemuda disabilitas untuk terlibat masih belum optimal.
"Kami tidak hanya menunggu. Sudah ada undangan resmi, pendekatan langsung, dan komunikasi dengan pengurus baru. Tapi responsnya masih minim. Grup WhatsApp sudah dibuat, informasi kegiatan kami sampaikan, tapi interaksinya belum hidup," jelasnya.
Menurut Rusmulyadi, kendala utama bisa jadi berasal dari belum terbangunnya kedekatan emosional dan kepercayaan antara pengurus baru FPDI dan Dispora. Padahal, Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru sudah dikeluarkan dan pertemuan awal telah digelar.
BACA JUGA:
Stadion Utama Palaran Rampung Bulan Desember 2024 - ibukotakini.com
Ia menegaskan, komitmen inklusivitas tetap menjadi prinsip utama dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Dispora Kaltim. Dalam praktiknya, Dispora bahkan lebih memilih menunda kegiatan jika kuota disabilitas belum terpenuhi, daripada langsung mengalihkannya ke peserta umum.
"Ini bukan sekadar formalitas. Kami serius menyiapkan ruang dan berharap ruang itu dimanfaatkan sepenuhnya. Kami ingin mereka merasa dilibatkan, bukan hanya diundang," tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Dispora juga telah menyesuaikan pendekatan teknis, seperti menyediakan fasilitas ramah disabilitas dan menyusun modul pelatihan yang dapat diakses oleh peserta dengan kebutuhan khusus.
Namun semua itu, menurutnya, tidak akan efektif tanpa kemauan aktif dari komunitas pemuda disabilitas itu sendiri.
"Kaltim sudah punya pondasi kuat. Tinggal bagaimana pemuda disabilitas berani mengambil bagian. Kami berharap FPDI lebih aktif dan terbuka membangun sinergi," ujar Rusmulyadi.
BACA JUGA:
Balikpapan Punya Peluang Jadi Pusat Pertumbuhan Esports Nasional - ibukotakini.com
Ia juga menekankan bahwa inklusi kepemudaan bukan sekadar keberadaan struktur, tapi tentang partisipasi nyata. Kaltim, dengan semua modal kelembagaan dan kebijakan yang inklusif, memiliki potensi besar menjadi pelopor nasional dalam membangun ruang pemuda yang setara dan partisipatif.
"Daerah lain belum tentu punya struktur sekuat ini. Tapi kita tidak ingin berhenti di kelembagaan. Inklusi itu soal keterlibatan, soal hadir dan ikut serta," tambahnya.
Rusmulyadi menyampaikan harapan agar komunikasi antara Dispora dan organisasi pemuda disabilitas dapat segera membaik. Dispora siap memperkuat pendekatan dan membangun kembali kepercayaan yang sempat renggang.
BACA JUGA:
PPU Rancang Pembinaan Mental untuk Siswa Bermasalah - ibukotakini.com
"Kami sadar membangun sinergi butuh waktu dan konsistensi. Tapi kami tidak akan menyerah. Inklusivitas bukan janji kosong, ini adalah komitmen nyata," tutupnya.
Langkah Dispora Kaltim menjadi contoh penting bahwa inklusi bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Dibutuhkan keberanian dari semua elemen, termasuk pemuda disabilitas, untuk mengambil peran aktif dalam ruang yang telah dibuka lebar. (ADV)
