
Dispora Kaltim Perketat SOP Penggunaan Fasilitas Olahraga, Ini Alasannya!
- SOP yang diterapkan meliputi pengaturan jadwal, tata tertib penggunaan, kewajiban menjaga kebersihan.
Kabar Ibu Kota

IBUKOTAKINI.COM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menegaskan bahwa keberadaan fasilitas olahraga bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga pemeliharaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan.
Dispora kini mengedepankan sistem pengelolaan berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menjaga aset olahraga agar tetap berfungsi optimal dan tahan lama.
Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi, menyampaikan bahwa paradigma pengelolaan sarana olahraga harus berubah. Fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar tidak boleh digunakan sembarangan tanpa aturan yang jelas.
"Fasilitas olahraga itu bukan barang publik yang bisa dipakai seenaknya. Ini aset jangka panjang masyarakat. Kalau tidak diatur dengan SOP dan kedisiplinan, dampaknya akan merugikan kita semua,” tegas Junaidi, Kamis 15 Mei 2025.
BACA JUGA:
Gubernur Kaltim Targetkan Tembus Tiga Besar Nasional di PON 2028 - ibukotakini.com
Dispora Kaltim telah memperkuat pengelolaan sarana olahraga di bawah UPTD PPO. Setiap kegiatan—baik untuk masyarakat umum, pelajar, maupun atlet—harus melalui prosedur pengajuan dan mengikuti jadwal serta aturan penggunaan yang sudah ditetapkan.
“SOP bukan sekadar birokrasi, tapi perlindungan agar fasilitas tidak cepat rusak. Dengan pengelolaan tertib, manfaatnya bisa dirasakan hingga puluhan tahun ke depan,” tambahnya.
SOP yang diterapkan meliputi pengaturan jadwal, tata tertib penggunaan, kewajiban menjaga kebersihan, serta larangan-larangan yang dirancang untuk mencegah kerusakan. Dispora juga rutin menurunkan tim evaluasi setiap tiga bulan untuk memantau kondisi fasilitas dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
Menurut Junaidi, sistem ini menjadi bagian dari misi jangka panjang Pemprov Kaltim dalam membangun budaya olahraga dan menyediakan ruang aktivitas fisik yang aman dan layak di seluruh wilayah Kaltim.
“Semakin tinggi minat masyarakat terhadap olahraga, semakin besar pula kebutuhan fasilitas yang representatif. Tapi semangat itu bisa turun kalau tempatnya rusak atau tidak terawat,” ujarnya.
BACA JUGA:
Asti Mazar Dorong EO Lokal Terlibat Festival Kreativitas Pemuda Kutim - ibukotakini.com
Pengelolaan yang baik, kata Junaidi, juga akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi atlet. Fasilitas yang layak dan terjaga memungkinkan atlet berlatih dengan lebih fokus dan maksimal.
Tak hanya itu, Dispora Kaltim juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui sekolah, komunitas, dan media sosial. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas yang digunakan.
“Pemerintah memang membangun dan mengelola, tapi keberhasilan menjaga fasilitas ini butuh partisipasi masyarakat. Kesadaran kolektif adalah kunci,” pungkasnya.
Ke depan, sistem SOP ini akan diperluas ke berbagai fasilitas olahraga di luar Samarinda sebagai bagian dari standarisasi pengelolaan sarana olahraga di seluruh Kalimantan Timur. (ADV)
