Dispustakar Balikpapan Hadirkan Pameran Arsip Sejarah Balikpapan
Balikpapan

Dispustakar Balikpapan Hadirkan Pameran Arsip Sejarah Balikpapan

  • Pameran arsip sejarah Balikpapan terbuka bagi masyarakat umum, sekolah, hingga komunitas
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Balikpapan menghadirkan pameran arsip sejarah Balikpapan. 

Pameran tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan sejarah kota kepada masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.

Kepala Dispustakar Balikpapan Neny Dwi Winahyu mengatakan, dokumen yang ditampilkan dalam pameran merupakan arsip sekunder. Sementara arsip primer atau dokumen asli masih tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Yang kami tampilkan di sini merupakan arsip sekunder. Arsip primernya tersimpan di ANRI,” kata Neny, Sabtu (5/9/2026).

Saat ini, sekitar 50 koleksi arsip dari ANRI telah dilengkapi dengan kode dokumentasi. Namun, seluruh koleksi tersebut tidak dipajang dalam waktu bersamaan.

BACA JUGA:

Produksi Jagung di Balikpapan Jauh dari Target Panen, Ini Penyebabnya - ibukotakini.com

Sebagian arsip disimpan untuk kebutuhan rotasi materi pameran. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang kembali berkunjung bisa mendapatkan informasi dan cerita sejarah Balikpapan yang berbeda.

Dispustakar Balikpapan menargetkan pergantian koleksi pameran setiap satu hingga dua bulan. Pola tersebut diharapkan membuat pameran tidak berhenti sebagai pajangan semata, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus mengenal perjalanan Kota Balikpapan.

Di sisi lain, upaya penelusuran arsip sejarah Balikpapan masih terus dilakukan. Sebab, sejumlah arsip penting yang berkaitan dengan sejarah kota diketahui masih berada di luar negeri, termasuk Belanda.

Dispustakar pun berkoordinasi dengan ANRI untuk menelusuri keberadaan dan informasi terkait arsip tersebut. Proses pengelolaan arsip lintas negara membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, terutama karena berkaitan dengan kerja sama antarnegara.

Dispustakar tidak hanya mengandalkan koleksi dari lembaga kearsipan nasional. Sejarawan dan komunitas budaya lokal juga dilibatkan untuk memperkaya informasi mengenai sejarah Balikpapan.

BACA JUGA:

Pupuk Indonesia Jajaki Investasi dengan Rusia Demi Ketahanan Industri Nasional - ibukotakini.com

Salah satunya Rudi dari Rumah Dahor. Keterlibatan komunitas dan pemerhati sejarah lokal dinilai penting untuk melengkapi informasi dari berbagai sumber.

Neny menyebut pameran arsip tersebut masih berada pada tahap awal. Karena itu, materi yang ditampilkan saat ini masih didominasi koleksi yang berasal dari ANRI.

Meski baru dibuka, respons masyarakat mulai terlihat. Sehari setelah pameran resmi dibuka, sudah ada dua rombongan pelajar yang datang berkunjung.

Pameran arsip sejarah Balikpapan terbuka bagi masyarakat umum, sekolah, hingga komunitas. Warga dapat mengunjunginya setiap Senin hingga Jumat, menyesuaikan dengan jam pelayanan kantor.

Bagi Balikpapan yang terus berkembang menjadi kota modern, keberadaan arsip memiliki peran lebih dari sekadar menyimpan dokumen masa lalu. Arsip menjadi bagian penting dalam menjaga ingatan kolektif kota agar kisah perjalanan Balikpapan tetap dikenal generasi sekarang dan tidak terputus di generasi berikutnya. ***