Distribusi 100 Ton Beras Premium Tiba di Balikpapan
Balikpapan

Distribusi 100 Ton Beras Premium Tiba di Balikpapan

  • Harga Wajib Ikuti HET
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan memastikan pasokan beras premium ke kota kembali mengalir. Hal ini setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) memfasilitasi distribusi 100 ton beras dari Surabaya. 

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Balikpapan, Wahidin Alaudin mengatakan pengiriman ini menjadi tindak lanjut atas temuan Satgas Pangan yang sebelumnya mendapati harga beras premium di Balikpapan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Fasilitasi Bapanas ini diharapkan dapat menahan lonjakan harga yang sempat mencuat pada November lalu. 

“Totalnya ada empat kontainer, masing-masing 25 ton. Jadi seluruhnya 100 ton beras premium,” jelas Wahidin, saat dijumpai pada Senin (8/12/2025).

Beras tersebut kepada dua distributor lokal, yakni UD Miyamik dan CV Gunung Pangan Lestari. Masing-masing menerima 50 ton. Setiap kontainer mendapatkan nilai fasilitasi sekitar Rp31 juta dari Bapanas, yang diperuntukkan menutup sebagian biaya distribusi.

Wahidin menyebut, berapapun volume yang masuk, harga jual tetap wajib mengikuti HET nasional, yaitu Rp15.000/kg, tanpa pengecualian untuk Kota Balikpapan.

“Tidak ada harga khusus. Semua harus sesuai ketentuan nasional,” tegasnya.

BACA JUGA:

Stok Beras Aman, Bulog Pastikan Balikpapan Tak Kekurangan di Nataru - ibukotakini.com

Sebagai bentuk pengawasan, DKP3 bersama Satgas Pangan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan meminta para distributor menandatangani Pakta Integritas agar komitmen penjualan sesuai HET bisa dipertanggungjawabkan.

Wahidin menambahkan bahwa DKP3 bersama aparat penegak hukum akan terus memonitor pergerakan harga dan memastikan beras premium yang difasilitasi benar-benar disalurkan sesuai spesifikasi.

“Kami ingin stabilitas harga terjaga dan masyarakat tidak terbebani,” tandasnya.

Pemilik CV Gunung Pangan Lestari, Tan Yudi Hartanto, menyebut fasilitasi distribusi ini cukup membantu usaha mereka yang selama ini terbebani tingginya biaya pengiriman.

“Kami berterima kasih atas subsidi itu. Otomatis bisa menekan harga,” ujarnya.

Menurut Yudi, subsidi dari Bapanas mencapai Rp600 per kilogram, sehingga ongkos kirim yang biasanya besar dapat tereduksi.

“Marginnya tetap sama. Bedanya, ongkos kirim tertutup dengan subsidi ini,” tambahnya.

Ia memastikan seluruh alur distribusi terdokumentasi, mulai dari siapa pembeli hingga wilayah penyaluran.

“Dari kami dicatat semua. Nanti Satgas dari Polda, Polres, sampai dinas terkait yang memantau,” imbuh Yudi. ***