Tambang batu bara PT Sumber Bara Abadi (SBA) di Desa Manunggal Daya Kabupaten Kutai Kartanegara yang diakuisisi oleh BIKE.
Ekbis

Distributor Sepeda Akuisisi 45% Saham Tambang Batu Bara di Kukar

  • Incar Potensi Pendapatan USD 84 Juta
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM - Produsen sekaligus distributor sepeda merek Genio dan United Bike, PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (Kode Saham: BIKE) resmi memperluas portofolio bisnisnya di sektor pertambangan. 

Melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), perseroan sukses menyelesaikannya akuisisi 45% saham perusahaan tambang batu bara PT Sumber Bara Abadi (SBA).

Langkah strategis ini disampaikan manajemen perseroan melalui keterbukaan informasi yang ditujukan kepada Divisi Penilaian 3 PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Akuisisi ini ditujukan untuk memperkuat struktur rantai pasok (supply chain) serta mendongkrak kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Direktur I PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk, Muhamad Kuswandi, menjelaskan bahwa PT Sumber Bara Abadi merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi resmi dari Kementerian ESDM dengan nomor SK 64/1/IUP/PMA/2017.

"Akuisisi ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat portofolio bisnis dan mengamankan rantai pasok. Kami melihat potensi besar pada tata kelola aset tambang ini," ungkap Kuswandi, Senin (12/10/2026) .

Konsesi 4,9 Ribu Hektare & Cadangan 86 Juta Ton

Aset konsesi tambang yang diakuisisi mencakup wilayah seluas 4.909 hektare yang berlokasi di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan salah satu titik aktivitas utama di Desa Manunggal Daya.

Berdasarkan hasil eksplorasi, area tambang tersebut menyimpan estimasi kandungan batubara mencapai 86 juta metrik ton. Dari total cadangan tersebut, manajemen BIKE memproyeksikan potensi pendapatan mencapai USD 84 juta (sekitar Rp1,3 triliun, mengacu kurs saat ini).

Aksi korporasi ini tidak hanya mencakup kepemilikan saham tambang, tetapi juga mencakup penguasaan atas infrastruktur penunjang, antara lain:

  • Fasilitas Pelabuhan (Jetty)
  • Sistem jaringan conveyor belt
  • Bangunan kantor operasional beserta seluruh inventaris pendukung.

Rencana Peningkatan Kapasitas Produksi

Guna mengoptimalkan potensi aset baru ini, perseroan mematok target rata-rata produksi awal sebesar 2 juta metrik ton per tahun. Selanjutnya, manajemen memproyeksikan lonjakan kapasitas produksi hingga 4 juta metrik ton per tahun mulai tahun 2029.

"Kami berkomitmen membawa keahlian teknologi serta manajemen perusahaan untuk mengoptimalkan efisiensi produksi di area tambang tersebut," tambah Kuswandi.

Manajemen menegaskan akan terus menyampaikan pembaruan (update) informasi secara berkala kepada publik dan otoritas pasar modal seiring dengan perkembangan operasional proyek di lapangan sesuai regulasi keterbukaan informasi yang berlaku.***