Conveyor PT Sumber Bara Abadi
di Kutai Kartanegara.
Ekbis

Distributor Sepeda United Bike Borong Tambang Jumbo di Berau dan Kukar

  • Pendapatan Tembus Triliunan Rupiah
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk, Perusahaan yang awalnya distributor sepeda, melanjutkan akuisisi terhadap Perusahaan-perusahan tambang di Kalimantan Timur. 

Dalam keterbukaan informasi kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode BIKE menjelaskan ekspansi bisnis energi dan pertambangan yang mencaplok aset-aset strategis di Berau dan Kutai Kartanegara.

Petinggi BIKE, Winston Mulyadi detail di balik transaksi jumbo yang melibatkan anak-anak usaha seperti PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), PT Berau Usaha Mandiri (BUM), hingga PT Sumber Bara Abadi (SBA).

“Rencana pengambilalihan yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah terhadap FBM selaku pemegang saham pengendali PNE yang memiliki 99,00% saham PNE. Sehubungan dengan hal tersebut, nilai akuisisi PNE beserta jangka waktu berlakunya nilai akuisisi tersebut belum ditetapkan secara terpisah dan akan mengacu pada kesepakatan para pihak dalam proses pengambilalihan FDP,” terang Winston, Jumat (23/10/2026).

BACA JUGA:

Profil BIKE, Distributor Sepeda yang Akuisisi Tambang Batu Bara di Kaltim - ibukotakini.com

Tambang Jumbo di Berau dan Kukar Masuk Genggaman

Aksi korporasi ini tentu bikin penasaran para pelaku pasar, terutama karena menyangkut wilayah-wilayah kaya hasil bumi di Benua Etam. Berdasarkan penjelasan perseroan, ekspansi ini menyasar sektor batu bara dengan potensi yang gak main-main.

  • PT Berau Usaha Mandiri (BUM): Mengantongi izin IUP Operasi Produksi seluas 500 hektare di Kabupaten Berau. Cadangan terbukanya mencapai 2,08 juta ton dari total sumber daya 12,19 juta ton, lengkap dengan fasilitas pelabuhan khusus (TUKS/Jetty) di Sungai Lungsuran Naga, Tanjung Redeb.

 

  • PT Sumber Bara Abadi (SBA): Punya wilayah izin pertambangan seluas 4.909 hektare di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Nilai bruto untuk cadangan 86 juta ton di sini bahkan ditaksir mencapai USD 8 miliar. Hebatnya lagi, kantor pusat SBA kini resmi pindah ke Jalan Pangeran Antasari, Kota Samarinda.

Keuangan Melejit, Pendapatan Tembus Triliunan Rupiah

Lonjakan performa keuangan juga terlihat jelas dari laporan yang dikirimkan ke otoritas bursa. Ambil contoh PT Sumber Bara Abadi (SBA) yang mencatatkan aset melesat hingga Rp1,24 triliun per September 2026, dengan pendapatan bersih menembus angka fantastis Rp1,11 triliun.

Sementara itu, PT Berau Usaha Mandiri (BUM) di Berau juga mencatatkan kinerja moncer dengan total aset mencapai Rp804,8 miliar dan pendapatan menembus Rp457,8 miliar pada periode yang sama.

BACA JUGA:

Distributor Sepeda Akuisisi 45% Saham Tambang Batu Bara di Kukar - ibukotakini.com

Klarifikasi Status "Entitas Anak" ke BEI

Dalam dokumen tanggapan bernomor S-13293/BEI.PP3/10-2026 tersebut, BEI juga sempat mempertanyakan alasan perseroan yang langsung menyebut sejumlah perusahaan target akuisisi sebagai "entitas anak" padahal proses transaksinya masih berjalan bertahap.

Manajemen menjelaskan bahwa penyebutan tersebut dilakukan untuk menggambarkan rencana besar integrasi struktur grup usaha pasca-akuisisi. Proses pengambilalihan saham dilakukan bertahap—mulai dari pengendali hingga kepemilikan langsung di lapangan—dengan tetap tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Dengan makin masifnya portofolio energi dan pertambangan di Kaltim ini, publik tentu menunggu gebrakan lanjutan dari emiten tersebut dalam mendongkrak kinerja keuangan ke depan.

Pada perdagangan sepekan terakhir, saham BIKE telah mengalami kenaikan 23,21 persen atau sebesar Rp970 per lembar saham menjadi Rp5.150.***

***