
Ditemukan Angkot Tak Layak, Balikpapan Mulai Berbenah
- Program Balikpapan Connectivity dirancang untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi sekaligus menyediakan informasi perjalanan yang lebih terstruktur bagi masyarakat
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Rencana perubahan sistem transportasi di Balikpapan mulai menyentuh persoalan paling mendasar.
Di tengah persiapan program Balikpapan Connectivity 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan menemukan sejumlah armada angkot yang dinilai tidak layak, mulai dari kondisi fisik hingga kenyamanan layanan.
Kepala Dishub Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, mengatakan temuan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi sebelum sistem baru dijalankan.
"Kami menemukan masih banyak angkutan kota yang kondisinya tidak layak, seperti berkarat dan kurang nyaman. Ini tentu tidak bisa kami biarkan jika ingin menghadirkan layanan yang berkualitas," ucap Fadli sapaan akrabnya, pada Jum'at 27 Maret 2026.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pj-sekda-balikpapan-kembali-dilantik-jaga-kinerja-pemerintahan
Menurutnya, pembenahan tidak hanya pada sistem, tetapi juga pada armada yang menjadi ujung layanan di lapangan.
"Karena itu, Dishub akan melakukan seleksi terhadap seluruh angkot yang masih beroperasi," urainya.
Fadli menyebut, hanya kendaraan yang memenuhi standar teknis dan administrasi yang akan dipertahankan dalam sistem transportasi ke depan.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang aman dan nyaman. Jadi, armada yang tidak memenuhi standar akan kami seleksi secara bertahap," tegasnya.
Penataan ini sejalan dengan perubahan peran angkot yang tidak lagi beroperasi bebas, melainkan difungsikan sebagai feeder atau pengumpan penumpang menuju jalur utama transportasi.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/cegah-kejahatan-anak-pemkot-balikpapan-perkuat-pendampingan
Dengan fungsi baru tersebut, lanjut Fadli, kualitas armada menjadi salah satu syarat utama agar sistem dapat berjalan sesuai perencanaan.
Dishub juga menargetkan dalam satu tahun ke depan, proses penataan mulai terlihat, termasuk penerapan jalur layanan dan segmentasi angkutan yang lebih jelas.
Program Balikpapan Connectivity sendiri dirancang untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi sekaligus menyediakan informasi perjalanan yang lebih terstruktur bagi masyarakat.
"Dengan langkah ini, diharapkan wajah transportasi publik di Balikpapan dapat berubah menjadi lebih modern, dan tertata," tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)
